Strategi, Media dan Evaluasi Pembelajaran Tematik

Posted: 23 November 2011 in pendidikan
Tag:, ,

MAKALAH

STRATEGI, MEDIA DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK

Guna memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran Tematik

Dengan Dosen pengampu Bp. Sadiman,M.Pd

Disusun oleh kelompok 7 :

  1. Yeyen Pristina K.P.                 K8110060
  2. Yogi Ardiani                           K8110061
  3. Yulinda Wahyuningtyas         K8110062
  4. Yurizky  Enis K.                     K8110063

 

PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tanpa ada halangan yang cukup berarti.Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran Tematik, Fakultas Keguruan Dan ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret.

Penulis tidakakan berhasil menyelesaikan makalah ini tanpa ada bimbingan dan bantuan dari semua pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

  1. Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
  2. Bp. Sadiman, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Pembelajaran tematik
  3. Ayah dan Ibu tercinta yang selalu memberikan motivasi.
  4. Rekan-rekan yang telah memberikan dukungan dalam pembuatan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih terdapat kekurangan, karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang ada pada diri penulis. Oleh karena itu,penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan tugas ini. Akhirnya, penulis berharap semoga laporan ini dapat berguna bagi penulis pada khususnya, dan pembaca pada umumnya.

 

Surakarta, 12 November 2011

 

Penulis

 


DAFTAR ISI

 

Halaman judul                                  ……………………………………………………     i

Kata Pengantar                                  ……………………………………………………    ii

Daftar Isi                                           ……………………………………………………    iii

Bab I Pendahuluan                            ……………………………………………………    1

a)       Latar Belakang                      ……………………………………………………    1

b)       Rumusan Masalah                 ……………………………………………………    1

Bab II Pembahasan                           ……………………………………………………    2

a)       Strategi Pembelajaran Tematik                    ……………………………………..    2

b)       Media Pembelajaran Tematik                       ……………………………………..    2

c)       Penilaian Pembelajaran Tematik                  ……………………………………..    8

Bab III Kesimpulan                           ……………………………………………………    10

Daftar Pustaka                                   ……………………………………………………    1

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

A.        Latar Belakang

Pembelajaran di PAUD memiliki ciri yang khas. Pembelajaran di PAUD tersebut tidak dilaksanakan secara terpisah untuk setiap bidang pengembangan tetapi disajikan secara terpadu dan menyeluruh dan sebagaimana karakteristik berpikir anak yang masih bersifat holistik, artinya anak masih melihat segala sesuatu secara keseluruhan, tidak terpisah-pisah dan belum terfokus pada unsur-unsur tertentu.

Untuk dapat melaksanakan pembelajaran secara terpadu di PAUD, guru harus memerlukan bekal dan wawasan yang memadai tentang pendekatan pembelajaran tersebut. Hal ini penting karena di lapangan masih terdapat berbagai perbedaan penafsiran dalam mendefinisikan dan menerapkan pendekatan pembelajaran terpadu. Selain  itu, masih banyak guru PAUD yang belum memahami bahwa pembelajaran berdasarkan tema yang saat ini sudah berlangsung di PAUD pada dasarnya merupakan bagian dari model pembelajaran terpadu.

 

B.        Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pelaksanaan strategi pembelajaran tematik ?
  2. Bagaimana prinsip pemilihan strategi pembelajaran tematik?
  3. Bagaimana rancangan pelaksanaan pembelajaran tematik?
  4. Bagaimana karakteristik media pembelajaran tematik?
  5. Apa dasar pemilihan media pembelajaran tematik?
  6. Bagaimana tahap dalam membuat media pembelajaran tematik?
  7. Bagaimana penilaian yang dilakukan dalam pembelajaran tematik?

 

 

 

BAB 2

PEMBAHASAN

  1. I.   STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK

 

  1. A.    STRATEGI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK

Strategi Pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi pelajaran dan siswa, peralatan dan bahan, serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan

  1. 1.      Klasifikasi pembelajaran tematik

Dick dan Carey (1995) mengemukakan bahwa suatu strategi pembelajaran menjelaskan komponen umum dari suatu set bahan pembelajaran dan prosedur-prosedur yang akan digunakan bersama bahan-bahan tertentu dalam menghasilkan hasil belajar tertentu pada peserta didik. Dick dan Carey menyebutkan lima komponen utama, yaitu:

  1. a.      Kegiatan pra-pembelajaran

Kegiatan pra-pembelajaran atau kegiatan pendahuluan sebagai bagian dari suatu sistem pembelajaran secara keseluruhan memegang peranan penting.

 

  1. b.      Penyajian informasi

Penyajian informasi seringkali dianggap sebagai suatu kegiatan paling penting dalam proses pembelajaran, padahal bagian ini hanya merupakan salah satu komponen dari strategi pembelajaran. Artinya tanpa adanya kegiatan pendahuluan yang menarik atau dapat memotivasi peserta didik dalam belajar maka kegiatan penyajian informasi ini menjadi tidak berarti.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyajian informasi adalah urutan, ruang lingkup danjenis materi.

1) Urutan penyampaian

2) Ruang lingkup materi yang disampaikan

3) Materi yang akan disampaikan

 

  1. c.       Partisipasi siswa

Berdasarkan prinsip student centered maka peserta didik merupakan pusat dari suatu kegiatan belajar. Dalam masyarakat belajar dikenal istilah CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) yang diterjemahkan dari’ SAL (Student Active Learning) yang maknanya adalah bahwa proses pembelajaran akan iebih berhasil apabila peserta didik secara aktif melakukan latihan-latihan secara langsung dan relevan dengan tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan. Terdapat beberapa hal penting yang berhubungan dengan partisipasi peserta didik, yaitu:

1)      Latihan dan praktek seharusnya dilakukan setelah peserta didik diberi informasi tentang suatu pengetahuan, sikap atau keterampilan tertentu.

 

2)      Umpan Balik

Segera setelah peserta didik menunjukkan perilaku tertentu sebagai hasil belajarnya, maka , guru memberikan umpan batik (feedback) terhadap hasil belajar tersebut. Melalui umpan balik yang diberikan oleh guru, peserta didik akan segera mengetahui apakah jawaban yang merupakan kegiatan yang telah mereka lakukan itu benar/atau salah, tepat/tidak tepat atau ada sesuatu yang perlu diperbaiki.

 

  1. d.      Tes

Serangkaian tes umum yang digunakan oleh guru untuk mengetahui

1)      apakah tujan pembelajaran khusus telah tercapai atau belum, dan

2)      apakah pengetahuan, sikap dan keterampilan telah benar-benar dimiliki oleh peserta didik atau belum.

 

  1. e.       Tindakan lanjut

Kegiatan yang dikenal dengan istilah follow up dari suatu hasil kegiatan yang telah dilakukan seringkali tidak dilaksanakan dengan baik oleh guru. Dalam kenyataannya, setiap kali setelah tes dilakukan selalu saja terdapat peserta didik yang berhasil dengan bagus atau di atas rata-rata :

1)      Hanya menguasai sebagian atau cenderung di rata-rata tingkat penguasaan yang diharapkan dapat dicapai

2)      Peserta didik seharusnya menerima tindak lanjut yang berbeda sebagai konsekuensi dari hasil belajar yang bervariasi tersebut.

Pendapat lain yang dikemukakan oleh Turney (1981) yaitu tentang delapan keterampilan dasar belajar mengajar yang dianggap sangat berperan dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar, antara lain :

1)      Keterampilan bertanya

2)      Keterampilan memberi penguatan

3)      Keterampilan mengadakan variasi

4)      Keterampilan menjelaskan

5)      Keterampilan membuka dan menutup pelajaran

6)      Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil

7)      Keterampilan mengelola kelas

8)      Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan

 

  1. 2.      Pemilihan Srategi Pembelajaran Tematik

Pemilihan strategi paling tidak didasarkan pada dua argumentasi. Pertama, strategi yang disusun didukung dengan teori-teori psikologi dan teori pembelajaran. Kedua, strategi yang disusun menunjukkan efektivitas dalam membuat siswa mencapai tujuan pembelajaran.

Kriteria pemelihan strategi pembelajaran yang dapat digunakan dalam memilih strategi pembelajaran, yaitu:

  1. Berorientasi pada tujuan pembelajaran
  2. Pilih teknik pembelajaran sesuai dengan keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki
  3. Menggunakan media pembelajaran yang sebanyak mungkin memberikan rangsangan pada indera peserta didik.

 

Menurut Gerlach dan Ely (1990, hal 173) pemilihan strategi pembelajaran yang didasari pada prinsip efisiensi, efektivftas, dan keterlibatan peserta didik.

  1. a.      Efisiensi

Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat dan pemilihan metode yang mendukung tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

  1. b.      Efektivitas

Pada dasarnya efektivitas ditujukan untuk menjawab pertanyaan seberapa jauh tujuan pembelajaran telah dapat dicapai oleh peserta didik. Perlu diingat bahwa strategi yang paling efisien sekalipun tidak otomatis menjadi strategi yang efektif.

  1. c.       Keterlibatan Peserta Didik

Pada dasamya keteriibatan peserta didik dalam proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh tantangan yang dapat membangkitkan motivasinya dalam pembelajaran. Strategi pembelajaran yang besifat inkuiri pada umumnya dapat memberikan rangsangan belajar yang lebih intensif dibandingkan dengan strategi pembelajaran yang hanya bersifat ekspositori.

 

  1. 3.      Tahap Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran tematik menggunakan tiga tahap, yaitu kegiatan pembukaan, inti dan penutup. Alokasi untuk setiap tahapan adalah kegiatan 5-10 % waktu pelajaran, kegiatan inti sekitar 80% sedangkan penutup 10-15%.

  1. a.      Kegiatan Pembukaan

Kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong siswa memfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik, dimaksudkan untuk mempersiapkan siswa agar secara mental siap mempelajari pengetahuan, keterampilan dan sikap baru. Beberapa contoh kegiatannya adalah berdoa sebelum belajar, bercerita, kegiatan fisik/ jasmani, menyanyi

  1. b.      Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti difokuskan untuk kemampuan aspek-aspek perkembangan peserta didik dengan menyajikan berbagai media yang relevan dan terdapat dalam kehidupan siswa. Dalam kegiatan inti juga diperlukan adanya latihan .

  1. c.       Kegiatan Penutup

Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. Contoh dari kegiatan penutup adalah menenangkan. Contoh kegiatan penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan atau mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan , pesan-pesan moral, dan musik.

 

 

  1. B.     RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK

 

Rancangan pelaksanaan pembelajaran tematik terdapat empat komponen utama, yaitu:

  1. 1.      Waktu

Menghitung jumlah waktu yang digunakan oleh pengajar, penting artinya bagi pengajar sendiri dalam mengelola kegiatan pembelajaran. Ia harus dapat membagi waktu untuk setiap langkah dalam pendahuluan, pemyajian, dan penutup.

  1. 2.      Urutan Kegiatan Pembelajaran

Urutan kegiatan pembelajaran terdiri atas komponen pendahuluan, inti dan penutup. Pada pendahuluan terdapat penjelasan singkat tentang isi pembelajaran, penjelasan relevansi isi pembelajaran baru dengan pengetahuan, dan penjelasan tentang tujuan pembelajaran. Untuk kegiatan inti atau penyajian terdapat tiga pengertian yaitu penyajian uraian, pemberian contoh dan latihan. Sedangkan pada kegiatan penutup dilaksanakan dengan langkah menyimpulkan, tes format (lisan atau tulisan) umpan balik dan tindak lanjut

  1. 3.      Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran berfumgsi sebagai cara dalam menyajikan (menguraikan, member contoh, memberi latihan) isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk merancang strategi pembelajaran tematik, pengembang harus memilih metode untuk setiap tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

  1. 4.      Media/ bahan Pembelajaran

Media adalah alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi dari pengirim ke penerima pesan. Dalam proses pemilihan media pembelajaran, pengembang dapat mengidentifikasi beberapa media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, mempertimbangkan biaya yang diperlukan, kesesuaian dengan metode pembelajaran, kesesuaian dengan karakter siswa, dan pertimbangan praktis.

 

Sebagai gambaran rancangan strategi pembelajaran tematik, dapat dijelaskan bahwa strategi pembelajaran berkenaan dengan pendekatan pengajaran dalam mengelola kegiatan pembelajaran secara sistematik sehingga isi pelajaran dapat dikuasai oleh siswa secara efektif dan efisien.

 


  1. II.               MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK

 

  1. A.    KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK

Media sebagai komponen strategi pembelajaran merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin disalurkan kepada penerima pesan dan materi yang ingin disampaikan adalah pesan pembelajaran dan tujuan yang ingin dicapai adalah proses pembelajaran.media mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan peserta didik.

 

Rudi dan Bretz (1971) mengklasifikasikan media menjadi tujuh kelompok, yaitu :

  1. Media audio visual gerak merupakam media yang paling lengkap yaitu menggunakan audio visual dan gerak.
  2. Media audio visual diam merupakan media kedua dari segi kelengkapan kemampuannya karena ia mempunyai semua kemampuan yang ada pada golongan sebelumnya kecuali penampilan gerak
  3. Media audio semi gerak, memiliki kemampuan menampilkan suara disertai gerak titik secara linear, jadi tidak dapat menampilkan gerakan nyata secara utuh.
  4. Media visual gerak, memiliki kemampuan seperti golongan pertama kecuali penampilan suara.
  5. Media visual diam, mempunyai kemampuan menyampaikan informasi secara visual tetapi tidak dapat menampilkan suara ataupun gerak.
  6. Media audio, media yang hanya memanipulasikan kemampuan suara semata.
  7. Media cetak, merupakan media yang hanya mampu menampilkan informasi berupa huruf, angka dan simbol verbal tertentu.

 

Sebagai bagian dari sistem pembelajaran, media mempunyai nilai-nilai praktis berupa kemampuan untuk (a) membuat konkret konsep abstrak (b) menampilkan objek yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang (c) mengamati gerakan yang cepat (d) memungkinkan siswa untuk berinteraksi langsung dengan lingkungannya (e) memungkinkan keseragaman dan persepsi antar peserta didik (f) menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang ataupun disimpan menurut kebutuhan (g) menyajikan pesan atau informasi belajar secara serempak, mengatasi batasaan ruang dan waktu.

 

  1. B.     PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK

Ada bebrapa prinsip alam memilih media, yaitu :

  1. Harus ada kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan tersebut. Tujuan ini misalnya: apakah untuk keperluan pembelajaran, belajar kelompok, belajar individual?
  2. Kedekatan dengan media. Media yang akan dipilih harus dikenal sifat dan cirri-cirinya.
  3. Adanya sejumlah media yang dapat diperbandingkan, karena pemilihan media pada dasarnya adalah proses pengambilan keputusan adanya alternatif pemecahan yang dituntut oleh tujuan

 

Faktor lain yang juga harus dipertimbangkan dalam memilih media adalah apakah media yang diperlukan merupakan media jadi atau media yang harus dikembangkan dan dipersiapkan sendiri, media juga harus menarik minat anak, berkaitan langsung dengan tujuan pembelajaran yang harus dicapai.

 

Untuk media rancangan terdapat beberapa langkah yang perlu diperhatika sebelum memilih dan merancangnya, yaitu:

  1. Menentukan apakah pesan yangakan disampaikan merupakan tujuan pembelajaran atau hanya sekedar informasi/ hiburan
  2. Menetapkan apakah media ini dirancang untuk keperluan pembelajaran atau alatbantu mengajar (peraga)
  3. Menentukan apakah dalam usaha mendorong kegiatan belajar tersebut akan digunakan strategi afekktif, kognitif atau psikomotorik.
  4. Menentukan media yang sesuai untuk strategi yang dipilih dengan mempertimbangkan ketentuan kebijaka, fasilitas yang ada, kemampuan produksi dan biaya
  5. Mereview kembali kelemahan dan kelebihan media yang dipilih
  6. Perencanaan pengembangan dan produksi media tersebut

 

  1. C.    MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK

Sebelum membuat media pembelajaran tematik, langkah kritis pertamayang perlu dilakukan guru adalah mencari, menemukan dana memilih media yang memenuhi kebutuhan belajar anak, menarik minat anak, sesuai dengan perkembangan kematangan dan pengalaman dengan sendirinya sesuai dengan subyek yang dipelajari. Oleh karena itu, prinsip utama pemilihan media harus didasarkan pada tujuan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa kriteria dibawah ini:

1)      Harus dinyatakan dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati

2)      Harus dapat diketahui atau dinilai tingkat-tingkat pencapaiannya

 

Sedangkan karakteristik untuk kelompok belajar, yaitu

1)      Kematangan anak dan latar belakang pengalamannya

2)      Kondisi mental yang berhubungan dengan usia perkembangannya

 

Dalam pembuatan media pembelajaran tematik memerlukan urutan penyusunan sebagai berikut:

  1. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa
  2. Merumuskan tujuan pembelajaran
  3. Merumuskan tema-tema dan butir-butir materi secara terperinci ysng mendukung tercapainya tujuan pembelajaran
  4. Mengembambangkan alat pengukur keberhasilan
  5. Menulis naskah media
  6. Mengadakan tes dan revisi

 

Setelah media dibuat kemudian dinilai terlebih dahulu sebelum digunakan. Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah media yang telah dibuat tersebut dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan atau tidak. Ada dua macam bentuk pengujicobaan media yang dikenal, yaitu evaluasi formatif dan evaluasi simulatif

  1. a.      Evaluasi Formatif

Evaluasi formatif adalah proses yang dimaksudkan untuk mengumpulkan data tentang efektifitas dan efisiensi media pembelajaran. Ada tiga tahap evaluasi formatif, antara lain:

1)      Evaluasi satu lawan satu

Pada tahap ini, dipilih dua orang atau lebih orang yang dapat mewakili populasi target dari media yang telah dibuat. Media kemudian disajikan kepada mereka secara individual, satu orang berasal dari beberapa target yang kemampuan umumnya sedikit dibawah rata-rata dan lainnya diatas rata-rata

 

2)      Evaluasi kelompok kecil

Pada tahap kedua ini, media diujicobakan pada kelompok kecil (10-20 orang) yang dapat mewakili populasi target. Siswa yang dipilih dalam kegiatan ini hendaknya mencerminkan karakteristik populasi

 

3)      Evaluasi lapangan

Evaluasi lapangan adalah tahap akhir dari evaluasi formatif yang perlu dilakukan dengan mengusahakan situasi yang semirip mungkin dengan situasi sebenarnya.pada tahap ini,dipilih sekitar 30 orang siswa dengan beberapa karakteristik sesuai karakteristik populasi sasaran.

 

  1. b.      Evaluasi Sumatif

Evaluasi sumulatif merupakan bentuk akhir dari suatu produk media pembelajaran setelah diperbaiki dan disempurnakan. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data guna menentukan apakah media yang telah dibuat cocok digunakan dalam situasi-situasi tertentu atau apakah media tersebut benar-benar efektif

 


  1. III.           PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK

 

  1. A.    HAKIKAT PENILAIAN
  2. 1.      Ruang Lingkup Penilaian

Penilaian dalam pembelajaran tematik adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui program kegiatan belajar (Depdiknas, 2006: 14)

Penilaian merupakan pengumpulan informasi untuk menentukan kualitas dan kuantitas belajar peserta didik. Penilaian juga dimaksudkan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematisdan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. (trianto, 2007: 87)

Tujuan penilaian untuk mengetahui perkembangan yang telah dicapai anak didik selama mengikuti pembelajaran.

Fungsi penialaian sebagai berikut :

  1. Memberikan umpan balik kepada guru untuk menyempurankan pembelajaran
  2. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk membimbing perkembangan anak didik baik fisik maupun psikis sehingga dapat berkembang secara optimal.
  3. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk melakukan kegiatan bimbingan terhadap anak didik yang memerlukan bimbingan khusus.
  4. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk menempatkan anak dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
  5. Memberikan informasi bagi orang tua tentang perkambangan yang telah dicapai oleh anak didik sebagai pertanggungjawaban.
  6. Sebagai informasi kepada orang tua untuk menyesuaikan pendidikan keluarga dengan proses pembelajaran di sekolah.
  7. Sebagai bahan masukan bagi berbagai pihak dalam rangka pembinaan selanjutnya terhadap anak didik.

 

Ruang lingkup penilaian di TK/PAUD mencakup dua bidang pengembangan sebagai berikut :

  1. Bidang pengembangan diri meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial-emosional, dan kemandirian.
  2. Bidang kemampuan pengembangan dasar meliputi kemampuan berbahasa, kognitif, fisik motorik dan seni.

 

  1. 2.      Prinsip-prinsip Penilaian
    1. Terencana

Penialaian dilakukan secar terencana sesuai dengan aspek perkembangan yang dinilai

  1. Sistematis

Penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram.

  1. Menyeluruh

Penilaian mencakup semua aspek perkembangan anak baik moral dan nilai-nilai agama, sosial-emosional, kemandirian, berbahasa, kognitif, fisik motorik, dan seni

  1. Berkesinambungan

Penilaian dilakukan secra bertahap dan terus-menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan peserta didik

  1. Objektif

Penilaian dilaksanakan terhadap semua aspek perkembangan sebagaimana adanya

  1. Mendidik

Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi dan mengembangkan anak didik secara optimal.

  1. Kebermaknaan

Hasil penilaian harus mempunyai arti dan bermanfaat bagi guru, orang tua dan anak didik serta pihak lain.

 

 

  1. B.     CARA, ALAT DAN PROSEDUR PENILAIAN

Penilaian dilaksanakan berdasarkan gambaran atau informasi tentang perkembangan anak didik. Ada tiga bentuk penilaian yang dapat digunakan untuk menilai perkembangan anak didik.

  1. 1.      Penilaian dengan Simbol
    1. a.      Cara penilaian

Dalam melaksanakan penilalian dengan menggunakan simbol guru dapat memakai cara berupa:

1)      Obsevasi

Observasi adalah cara pengumpulan data melalui pengamatan langsungterhadap sikap, perilaku, dan berbagai kemampuan yang ditunjukkan anak.

2)      Catatan Anekdot

Adalah cara pengumpulan data melalui pengamatan langsung tentang sikap dan perilaku anak yang muncul secara tiba-tiba (insidental)

3)      Percakapan

Adalah cara pengumpulan data melalui interaksi lisan untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan atau penalaran anak mengenai sesuatu.

4)      Penugasan

Adalah cara pengumpulan data berupa pemberian tugas yang harus dikerjakan anak didik dalam waktu tertentu baik secara perorangan maupun kelompok

5)      Unjuk Kerja

Adalah cara pengumpulan data yang menuntut anak didik untuk melakukan tugas dalam perbuatan yang dapat diamati, missal praktik menyanyi, olahraga atau memperagakan sesuatu.

 


  1. b.      Alat Penilaian yang Digunakan

Alat penilaian yang digunakan adalah:

1)      RKH ( rencana Kegiatan Harian)

2)      Format catatan anekdot

 

  1. c.       Prosedur Penilaian

1)      Guru melaksanakan penilaian dengan mengacu pada indikator yang hendak dicapai. Penilaian dilakukan seiring dengan kegiatan pembelajaran

2)      Cara pencatan hasil penilaian harian dilaksanak sebagai berikut:

a)      Catat penilaian dalam kolom penilaian perkembangan anak dalam rencana kegiatan harian

b)      Bila anak dalam melaksanakan tugas selalu dibantu guru, maka pada kolom penilaian diberi tanda bulatan kosong (o).

c)      Anak yang sudah melebihi idikator dengan mampu melaksanakan tugas tanpa bantuan, maka pada kolom penilaian dituliskan nama anak dan tanda bulatan penuh (    )

d)     Jika semua anak menunjukkan kemampuan sesuai dengan indikator yang tertuang dalam RKH, maka pada kolom penilaian ditulis kata “semua anak” dengan tanda check list  ) misal: semua anak

 

3)      Hasil catatan penilaian yang ada dalam RKH dirangkum dan dipindah kedalam format rangkuman penilaian perkembangan anak didik.

a)      Apabila hasil penilaian dalam satu bulan lebih cenderung memperoleh bulatan penuh, maka hasilnya menjadi bulatan penuh pada rangkuman bulanan dengan selau memperhatika proses perubahan perilaku dan kemampuan dalam pembelajaran.

Contoh:

 

 

b)      Apabila hasil penilaian pada perkembangan anak dalam satu bulan cenderung memperoleh bulatan kosong, maka hasilnya akan dipindahkan bulatan kosong pada rangkuman bulanan

Contoh:

 

c)      Apabila hasil penilaian cenderung seimbang perolehan bulatan penuh dan bulatan kosong, maka hasilnya berupa tanda check list yang kemudian dipindahkan ke rangkuman bulanan.

Contoh:

 

d)     Data dari buku rangkuman selama satu semester dianalisis dan disimpulkan untuk menetapkan gambaran perkembangan anak yang dideskripsikan dalam laporan penilaian

 

Hasil catatan penilaian yang ada dalam RKH dirangkum dan dipindahkan ke dalam satu format rangkuman penilaian yang mencakup bulanan dan semester. Untuk menunjukkan ketercapaian indikator selain menggunakan simbol bulatan penuh, kosong dan check list, guru dapat menggunakan simbol lain, seperti bintang (=    ,         ,           )

 

  1. Penilaian dengan Portofolio
    1. Cara Penilaian

Cara penilaiannya adalah berupa observasi, catatan anekdot, percakapan, penugasan, unjuk kerja juga mengumpulkan hasil karya anak dengan format penilaian sesuai dengan RKH yang diprogramkan.

 

  1. Alat Penilaian

Alat penilaian dapat menggunakan format-format sebgai berikut;

1)      Format observasi

Contoh format observasi dengan check list

 

Nama anak     :                         Haru/Tanggal :

Usia               :                         Observer        :

No. Aspek Ya Tidak
 

 

 

 

Aspek perkembangan bahasa

Menggunakan bahasa yang santun

Mengekspresikan perasaan dengan kata-kata

Menggunakan bahasa yang dapat dipahami

   

 

2)      Format catatan anekdot

Contoh format anekdot

Pengamatan terhadap Yurisa

Perkembangan fisik

Pengamat/ Tanggal

 

Keterangan Pengamatan:

 

 

Perkembangan Sosial

Pengamat/ Tanggal

 

Keterangan Pengamatan:

 

 

Perkembangan Emosional

Pengamat/ Tanggal

 

Keterangan Pengamatan:

 

 

kteativitas

Pengamat/ Tanggal

 

Keterangan Pengamatan:

 

 

Perkembangan Bahasa

Pengamat/ Tanggal

 

Keterangan Pengamatan:

 

 

Perkembangan Kognitif

Pengamat/ Tanggal

 

Keterangan Pengamatan:

 

 

 

 

 

3)      Format percakapan

Contoh format percakapan

 

Nama anak      :                                   Hari/ Tanggal  :

Usia anak        :                                   Pewawancara  :

Setting             :                                   Waktu             :

 

 

 

Berisi uraian tentang percakapan anak dan guru

 

4)      Format penugasan

Contoh format penugasan

Penilaian Kegiatan

Menebalkan Tulisan dengan Gambar

Tema                                   : Binatang

Subtema                            : Telur burung puyuh

Hari/ Tanggal                      : Minggu/ 13 November 2011

Kelompok/ Semester          : B/ I

Bidang Pengembangan       : Bahasa

 

No.

Nama Anak

Aspek yang dinilai

Keaktifan Kerapian Ketelitian
       

 

 

 

5)      Format unjuk kerja

Contoh:

Nama Siswa: ………………  Tanggal: ………………         Kelas: ….

 

Kompetensi Dasar: Mengelompokkan hewan sesuai dengan jenis makanannya

 

Kelompokkanlah hewan sesuai dengan jenis makanannya dengan menggunakan gambar.

 

NO

ASPEK YANG DINILAI

TINGKAT KEMAMPUAN

1

2

3

4

1.

 

2

Pengelompokan dilakukan dengan menggunakan semua indra

Uraian yang dijabarkan secara rinci.

       

JUMLAH

       

Kriteria Penskoran                  Kriteria Penilaian

  1. Baik Sekali      4                      10 – 12            A
  2. Baik                 3                        7 –   9            B
  3. Cukup             2                         4 – 6             C
  4. Kurang                        1                         ≤  3   D
  5. Prosedur Penilaian

1)      Guru melihat RKH yang dibuat

2)      Guru mengklasifikasi kegiatan yang dilakukan di kelas, contoh penugasan, percakapan, dll.

3)      Guru menyiapkan format penilaian sesuai kegiatan pembelajaran

4)      Dalam format penilaian guru menentukan waktu, kegiatan pembelajaran dan aspek yang dinilai.

5)      Guru menuliskan hasil penilaian ke dalam format penilaian

6)      Setiap hasil karya anak dideskripsikan oleh guru pada lembar hasil karyanya.

7)      Guru mendokumentasikan, menganalisis dan menyimpulkan hasil penilaian bersama dengan deskripsi karyanya ke dalam format rangkuman penilaian.

 

  1. Contoh Penilaian portofolio secara umum

 

Latar Belakang Informasi

Tanggal lahir anak:

 

Tanggal masuk sekolah :
Bahasa yang digunakan di rumah:

 

Suku/ ras
Bukti perkembangan Kognitif : observasi, foto, hasil karya,  atau catatan perilaku dan perkembangan perilaku anak (catatan anekdot)
Mengamati gejala alamiah Menemukan dan mengeksplorasi Menyeleksi, menghitung dan mengelompokkan
Contoh gambar atau ilustrasi   Mengidentifikasi masalah

 

 

  1. Penilaian Gabungan

Penilaian gabungan merupakan gabungan antara penilaian yang menggunakan simbol dan portofolio.

Contoh:

Evaluasi Proses Kegiatan

Menebalkan Tulisan dengan Gambar

Tema                          : Binatang

Subtema                                     : Telur burung puyuh

Hari/ Tanggal           : Minggu/ 13 November 2011

Kelompok/ Semester                        : B/ I

Bidang Pengembangan                    : Bahasa

 

No.

Nama Anak

Aspek yang dinilai

Hasil Akhir

Keaktifan

anak

Ketelitian

Anak

Ketepatan

Anak

 
1.                      
2.                      
3.                      
4.                      
5.                      

 

 

Keterangan tanda :

Tuntas

Setengah tuntas

Tidak tuntas

 

  1. PELAPORAN HASIL PENILAIAN

Pelaporan merupakan kegiatan menyampaikan dan mengomunikasikan hasil penilaian guru tentang perkembangan anak didik. Penilaian dilaporkan dalam bentuk uraian singkat dari  masing-masing program pengembangan yang dibuat dengan objektif sehingga tidak menimbulkan persepsi yang salah.

Pola pelaporan dituangkan dalam buku perkembangan anak didik yang mengikuti pola sebagai berikut:

  1. Uraian perkembangan secara umum
  2. Uraian perkembangan anak yang menonjol
  3. Uraian perkembangan kemampuan anak yang masih perlu ditingkatkan.

 

Dalam pelaksanaan kegiatan ini hendaknya menjaga kerahasian data atau informasi. Data tersebut hanya diinformasikan dan dibicarakan dengan orang tua/ wali anak didik yang bersangkutan atau tenaga ahli dalam rangka bimbingan selanjutnya.

 

BAB 3

PENUTUP

 

Kesimpulan

 

Berdasarkan uraian di atas dapat ditegaskan bahwa pembelajaran tematik   dimaksudkan agar pembelajaran lebih bermakna dan utuh. Pembelajaran tematik ini  memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan perhatian, aktivitas belajar, dan   pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajarinya, karena pembelajarannya lebih berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung kepada siswa,   pemisahan mata  pelajaran tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran., bersifat fleksibel, hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat, dan kebutuhan siswa.

Pembelajaran tematik agar berhasil dengan baik perlu dilakukan  dengan menempuh tahapan perencanaan, penerapan dan penilaian.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Fridani, dkk, Evaluasi Perkembangan Anak Usia Dini, 2002, Penerbit: Universitas Terbuka

Http://akhmadsudrajat.wordpress.com/downloads

Trianto, Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik, 2011, Jakarta: Kencana

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s