Pendidikan Karakter Bangsa

Posted: 21 Desember 2011 in Uncategorized

Pendidikan Karakter Bangsa.

MAKALAH

STRATEGI, MEDIA DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK

Guna memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran Tematik

Dengan Dosen pengampu Bp. Sadiman,M.Pd

Disusun oleh kelompok 7 :

  1. Yeyen Pristina K.P.                 K8110060
  2. Yogi Ardiani                           K8110061
  3. Yulinda Wahyuningtyas         K8110062
  4. Yurizky  Enis K.                     K8110063

 

PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tanpa ada halangan yang cukup berarti.Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran Tematik, Fakultas Keguruan Dan ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret.

Penulis tidakakan berhasil menyelesaikan makalah ini tanpa ada bimbingan dan bantuan dari semua pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

  1. Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
  2. Bp. Sadiman, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Pembelajaran tematik
  3. Ayah dan Ibu tercinta yang selalu memberikan motivasi.
  4. Rekan-rekan yang telah memberikan dukungan dalam pembuatan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih terdapat kekurangan, karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang ada pada diri penulis. Oleh karena itu,penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan tugas ini. Akhirnya, penulis berharap semoga laporan ini dapat berguna bagi penulis pada khususnya, dan pembaca pada umumnya.

 

Surakarta, 12 November 2011

 

Penulis

 


DAFTAR ISI

 

Halaman judul                                  ……………………………………………………     i

Kata Pengantar                                  ……………………………………………………    ii

Daftar Isi                                           ……………………………………………………    iii

Bab I Pendahuluan                            ……………………………………………………    1

a)       Latar Belakang                      ……………………………………………………    1

b)       Rumusan Masalah                 ……………………………………………………    1

Bab II Pembahasan                           ……………………………………………………    2

a)       Strategi Pembelajaran Tematik                    ……………………………………..    2

b)       Media Pembelajaran Tematik                       ……………………………………..    2

c)       Penilaian Pembelajaran Tematik                  ……………………………………..    8

Bab III Kesimpulan                           ……………………………………………………    10

Daftar Pustaka                                   ……………………………………………………    1

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

A.        Latar Belakang

Pembelajaran di PAUD memiliki ciri yang khas. Pembelajaran di PAUD tersebut tidak dilaksanakan secara terpisah untuk setiap bidang pengembangan tetapi disajikan secara terpadu dan menyeluruh dan sebagaimana karakteristik berpikir anak yang masih bersifat holistik, artinya anak masih melihat segala sesuatu secara keseluruhan, tidak terpisah-pisah dan belum terfokus pada unsur-unsur tertentu.

Untuk dapat melaksanakan pembelajaran secara terpadu di PAUD, guru harus memerlukan bekal dan wawasan yang memadai tentang pendekatan pembelajaran tersebut. Hal ini penting karena di lapangan masih terdapat berbagai perbedaan penafsiran dalam mendefinisikan dan menerapkan pendekatan pembelajaran terpadu. Selain  itu, masih banyak guru PAUD yang belum memahami bahwa pembelajaran berdasarkan tema yang saat ini sudah berlangsung di PAUD pada dasarnya merupakan bagian dari model pembelajaran terpadu.

 

B.        Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pelaksanaan strategi pembelajaran tematik ?
  2. Bagaimana prinsip pemilihan strategi pembelajaran tematik?
  3. Bagaimana rancangan pelaksanaan pembelajaran tematik?
  4. Bagaimana karakteristik media pembelajaran tematik?
  5. Apa dasar pemilihan media pembelajaran tematik?
  6. Bagaimana tahap dalam membuat media pembelajaran tematik?
  7. Bagaimana penilaian yang dilakukan dalam pembelajaran tematik?

 

 

 

BAB 2

PEMBAHASAN

  1. I.   STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK

 

  1. A.    STRATEGI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK

Strategi Pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi pelajaran dan siswa, peralatan dan bahan, serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan

  1. 1.      Klasifikasi pembelajaran tematik

Dick dan Carey (1995) mengemukakan bahwa suatu strategi pembelajaran menjelaskan komponen umum dari suatu set bahan pembelajaran dan prosedur-prosedur yang akan digunakan bersama bahan-bahan tertentu dalam menghasilkan hasil belajar tertentu pada peserta didik. Dick dan Carey menyebutkan lima komponen utama, yaitu:

  1. a.      Kegiatan pra-pembelajaran

Kegiatan pra-pembelajaran atau kegiatan pendahuluan sebagai bagian dari suatu sistem pembelajaran secara keseluruhan memegang peranan penting.

 

  1. b.      Penyajian informasi

Penyajian informasi seringkali dianggap sebagai suatu kegiatan paling penting dalam proses pembelajaran, padahal bagian ini hanya merupakan salah satu komponen dari strategi pembelajaran. Artinya tanpa adanya kegiatan pendahuluan yang menarik atau dapat memotivasi peserta didik dalam belajar maka kegiatan penyajian informasi ini menjadi tidak berarti.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyajian informasi adalah urutan, ruang lingkup danjenis materi.

1) Urutan penyampaian

2) Ruang lingkup materi yang disampaikan

3) Materi yang akan disampaikan

 

  1. c.       Partisipasi siswa

Berdasarkan prinsip student centered maka peserta didik merupakan pusat dari suatu kegiatan belajar. Dalam masyarakat belajar dikenal istilah CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) yang diterjemahkan dari’ SAL (Student Active Learning) yang maknanya adalah bahwa proses pembelajaran akan iebih berhasil apabila peserta didik secara aktif melakukan latihan-latihan secara langsung dan relevan dengan tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan. Terdapat beberapa hal penting yang berhubungan dengan partisipasi peserta didik, yaitu:

1)      Latihan dan praktek seharusnya dilakukan setelah peserta didik diberi informasi tentang suatu pengetahuan, sikap atau keterampilan tertentu.

 

2)      Umpan Balik

Segera setelah peserta didik menunjukkan perilaku tertentu sebagai hasil belajarnya, maka , guru memberikan umpan batik (feedback) terhadap hasil belajar tersebut. Melalui umpan balik yang diberikan oleh guru, peserta didik akan segera mengetahui apakah jawaban yang merupakan kegiatan yang telah mereka lakukan itu benar/atau salah, tepat/tidak tepat atau ada sesuatu yang perlu diperbaiki.

 

  1. d.      Tes

Serangkaian tes umum yang digunakan oleh guru untuk mengetahui

1)      apakah tujan pembelajaran khusus telah tercapai atau belum, dan

2)      apakah pengetahuan, sikap dan keterampilan telah benar-benar dimiliki oleh peserta didik atau belum.

 

  1. e.       Tindakan lanjut

Kegiatan yang dikenal dengan istilah follow up dari suatu hasil kegiatan yang telah dilakukan seringkali tidak dilaksanakan dengan baik oleh guru. Dalam kenyataannya, setiap kali setelah tes dilakukan selalu saja terdapat peserta didik yang berhasil dengan bagus atau di atas rata-rata :

1)      Hanya menguasai sebagian atau cenderung di rata-rata tingkat penguasaan yang diharapkan dapat dicapai

2)      Peserta didik seharusnya menerima tindak lanjut yang berbeda sebagai konsekuensi dari hasil belajar yang bervariasi tersebut.

Pendapat lain yang dikemukakan oleh Turney (1981) yaitu tentang delapan keterampilan dasar belajar mengajar yang dianggap sangat berperan dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar, antara lain :

1)      Keterampilan bertanya

2)      Keterampilan memberi penguatan

3)      Keterampilan mengadakan variasi

4)      Keterampilan menjelaskan

5)      Keterampilan membuka dan menutup pelajaran

6)      Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil

7)      Keterampilan mengelola kelas

8)      Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan

 

  1. 2.      Pemilihan Srategi Pembelajaran Tematik

Pemilihan strategi paling tidak didasarkan pada dua argumentasi. Pertama, strategi yang disusun didukung dengan teori-teori psikologi dan teori pembelajaran. Kedua, strategi yang disusun menunjukkan efektivitas dalam membuat siswa mencapai tujuan pembelajaran.

Kriteria pemelihan strategi pembelajaran yang dapat digunakan dalam memilih strategi pembelajaran, yaitu:

  1. Berorientasi pada tujuan pembelajaran
  2. Pilih teknik pembelajaran sesuai dengan keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki
  3. Menggunakan media pembelajaran yang sebanyak mungkin memberikan rangsangan pada indera peserta didik.

 

Menurut Gerlach dan Ely (1990, hal 173) pemilihan strategi pembelajaran yang didasari pada prinsip efisiensi, efektivftas, dan keterlibatan peserta didik.

  1. a.      Efisiensi

Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat dan pemilihan metode yang mendukung tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

  1. b.      Efektivitas

Pada dasarnya efektivitas ditujukan untuk menjawab pertanyaan seberapa jauh tujuan pembelajaran telah dapat dicapai oleh peserta didik. Perlu diingat bahwa strategi yang paling efisien sekalipun tidak otomatis menjadi strategi yang efektif.

  1. c.       Keterlibatan Peserta Didik

Pada dasamya keteriibatan peserta didik dalam proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh tantangan yang dapat membangkitkan motivasinya dalam pembelajaran. Strategi pembelajaran yang besifat inkuiri pada umumnya dapat memberikan rangsangan belajar yang lebih intensif dibandingkan dengan strategi pembelajaran yang hanya bersifat ekspositori.

 

  1. 3.      Tahap Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran tematik menggunakan tiga tahap, yaitu kegiatan pembukaan, inti dan penutup. Alokasi untuk setiap tahapan adalah kegiatan 5-10 % waktu pelajaran, kegiatan inti sekitar 80% sedangkan penutup 10-15%.

  1. a.      Kegiatan Pembukaan

Kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong siswa memfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik, dimaksudkan untuk mempersiapkan siswa agar secara mental siap mempelajari pengetahuan, keterampilan dan sikap baru. Beberapa contoh kegiatannya adalah berdoa sebelum belajar, bercerita, kegiatan fisik/ jasmani, menyanyi

  1. b.      Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti difokuskan untuk kemampuan aspek-aspek perkembangan peserta didik dengan menyajikan berbagai media yang relevan dan terdapat dalam kehidupan siswa. Dalam kegiatan inti juga diperlukan adanya latihan .

  1. c.       Kegiatan Penutup

Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. Contoh dari kegiatan penutup adalah menenangkan. Contoh kegiatan penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan atau mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan , pesan-pesan moral, dan musik.

 

 

  1. B.     RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK

 

Rancangan pelaksanaan pembelajaran tematik terdapat empat komponen utama, yaitu:

  1. 1.      Waktu

Menghitung jumlah waktu yang digunakan oleh pengajar, penting artinya bagi pengajar sendiri dalam mengelola kegiatan pembelajaran. Ia harus dapat membagi waktu untuk setiap langkah dalam pendahuluan, pemyajian, dan penutup.

  1. 2.      Urutan Kegiatan Pembelajaran

Urutan kegiatan pembelajaran terdiri atas komponen pendahuluan, inti dan penutup. Pada pendahuluan terdapat penjelasan singkat tentang isi pembelajaran, penjelasan relevansi isi pembelajaran baru dengan pengetahuan, dan penjelasan tentang tujuan pembelajaran. Untuk kegiatan inti atau penyajian terdapat tiga pengertian yaitu penyajian uraian, pemberian contoh dan latihan. Sedangkan pada kegiatan penutup dilaksanakan dengan langkah menyimpulkan, tes format (lisan atau tulisan) umpan balik dan tindak lanjut

  1. 3.      Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran berfumgsi sebagai cara dalam menyajikan (menguraikan, member contoh, memberi latihan) isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk merancang strategi pembelajaran tematik, pengembang harus memilih metode untuk setiap tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

  1. 4.      Media/ bahan Pembelajaran

Media adalah alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi dari pengirim ke penerima pesan. Dalam proses pemilihan media pembelajaran, pengembang dapat mengidentifikasi beberapa media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, mempertimbangkan biaya yang diperlukan, kesesuaian dengan metode pembelajaran, kesesuaian dengan karakter siswa, dan pertimbangan praktis.

 

Sebagai gambaran rancangan strategi pembelajaran tematik, dapat dijelaskan bahwa strategi pembelajaran berkenaan dengan pendekatan pengajaran dalam mengelola kegiatan pembelajaran secara sistematik sehingga isi pelajaran dapat dikuasai oleh siswa secara efektif dan efisien.

 


  1. II.               MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK

 

  1. A.    KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK

Media sebagai komponen strategi pembelajaran merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin disalurkan kepada penerima pesan dan materi yang ingin disampaikan adalah pesan pembelajaran dan tujuan yang ingin dicapai adalah proses pembelajaran.media mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan peserta didik.

 

Rudi dan Bretz (1971) mengklasifikasikan media menjadi tujuh kelompok, yaitu :

  1. Media audio visual gerak merupakam media yang paling lengkap yaitu menggunakan audio visual dan gerak.
  2. Media audio visual diam merupakan media kedua dari segi kelengkapan kemampuannya karena ia mempunyai semua kemampuan yang ada pada golongan sebelumnya kecuali penampilan gerak
  3. Media audio semi gerak, memiliki kemampuan menampilkan suara disertai gerak titik secara linear, jadi tidak dapat menampilkan gerakan nyata secara utuh.
  4. Media visual gerak, memiliki kemampuan seperti golongan pertama kecuali penampilan suara.
  5. Media visual diam, mempunyai kemampuan menyampaikan informasi secara visual tetapi tidak dapat menampilkan suara ataupun gerak.
  6. Media audio, media yang hanya memanipulasikan kemampuan suara semata.
  7. Media cetak, merupakan media yang hanya mampu menampilkan informasi berupa huruf, angka dan simbol verbal tertentu.

 

Sebagai bagian dari sistem pembelajaran, media mempunyai nilai-nilai praktis berupa kemampuan untuk (a) membuat konkret konsep abstrak (b) menampilkan objek yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang (c) mengamati gerakan yang cepat (d) memungkinkan siswa untuk berinteraksi langsung dengan lingkungannya (e) memungkinkan keseragaman dan persepsi antar peserta didik (f) menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang ataupun disimpan menurut kebutuhan (g) menyajikan pesan atau informasi belajar secara serempak, mengatasi batasaan ruang dan waktu.

 

  1. B.     PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK

Ada bebrapa prinsip alam memilih media, yaitu :

  1. Harus ada kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan tersebut. Tujuan ini misalnya: apakah untuk keperluan pembelajaran, belajar kelompok, belajar individual?
  2. Kedekatan dengan media. Media yang akan dipilih harus dikenal sifat dan cirri-cirinya.
  3. Adanya sejumlah media yang dapat diperbandingkan, karena pemilihan media pada dasarnya adalah proses pengambilan keputusan adanya alternatif pemecahan yang dituntut oleh tujuan

 

Faktor lain yang juga harus dipertimbangkan dalam memilih media adalah apakah media yang diperlukan merupakan media jadi atau media yang harus dikembangkan dan dipersiapkan sendiri, media juga harus menarik minat anak, berkaitan langsung dengan tujuan pembelajaran yang harus dicapai.

 

Untuk media rancangan terdapat beberapa langkah yang perlu diperhatika sebelum memilih dan merancangnya, yaitu:

  1. Menentukan apakah pesan yangakan disampaikan merupakan tujuan pembelajaran atau hanya sekedar informasi/ hiburan
  2. Menetapkan apakah media ini dirancang untuk keperluan pembelajaran atau alatbantu mengajar (peraga)
  3. Menentukan apakah dalam usaha mendorong kegiatan belajar tersebut akan digunakan strategi afekktif, kognitif atau psikomotorik.
  4. Menentukan media yang sesuai untuk strategi yang dipilih dengan mempertimbangkan ketentuan kebijaka, fasilitas yang ada, kemampuan produksi dan biaya
  5. Mereview kembali kelemahan dan kelebihan media yang dipilih
  6. Perencanaan pengembangan dan produksi media tersebut

 

  1. C.    MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK

Sebelum membuat media pembelajaran tematik, langkah kritis pertamayang perlu dilakukan guru adalah mencari, menemukan dana memilih media yang memenuhi kebutuhan belajar anak, menarik minat anak, sesuai dengan perkembangan kematangan dan pengalaman dengan sendirinya sesuai dengan subyek yang dipelajari. Oleh karena itu, prinsip utama pemilihan media harus didasarkan pada tujuan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa kriteria dibawah ini:

1)      Harus dinyatakan dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati

2)      Harus dapat diketahui atau dinilai tingkat-tingkat pencapaiannya

 

Sedangkan karakteristik untuk kelompok belajar, yaitu

1)      Kematangan anak dan latar belakang pengalamannya

2)      Kondisi mental yang berhubungan dengan usia perkembangannya

 

Dalam pembuatan media pembelajaran tematik memerlukan urutan penyusunan sebagai berikut:

  1. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa
  2. Merumuskan tujuan pembelajaran
  3. Merumuskan tema-tema dan butir-butir materi secara terperinci ysng mendukung tercapainya tujuan pembelajaran
  4. Mengembambangkan alat pengukur keberhasilan
  5. Menulis naskah media
  6. Mengadakan tes dan revisi

 

Setelah media dibuat kemudian dinilai terlebih dahulu sebelum digunakan. Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah media yang telah dibuat tersebut dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan atau tidak. Ada dua macam bentuk pengujicobaan media yang dikenal, yaitu evaluasi formatif dan evaluasi simulatif

  1. a.      Evaluasi Formatif

Evaluasi formatif adalah proses yang dimaksudkan untuk mengumpulkan data tentang efektifitas dan efisiensi media pembelajaran. Ada tiga tahap evaluasi formatif, antara lain:

1)      Evaluasi satu lawan satu

Pada tahap ini, dipilih dua orang atau lebih orang yang dapat mewakili populasi target dari media yang telah dibuat. Media kemudian disajikan kepada mereka secara individual, satu orang berasal dari beberapa target yang kemampuan umumnya sedikit dibawah rata-rata dan lainnya diatas rata-rata

 

2)      Evaluasi kelompok kecil

Pada tahap kedua ini, media diujicobakan pada kelompok kecil (10-20 orang) yang dapat mewakili populasi target. Siswa yang dipilih dalam kegiatan ini hendaknya mencerminkan karakteristik populasi

 

3)      Evaluasi lapangan

Evaluasi lapangan adalah tahap akhir dari evaluasi formatif yang perlu dilakukan dengan mengusahakan situasi yang semirip mungkin dengan situasi sebenarnya.pada tahap ini,dipilih sekitar 30 orang siswa dengan beberapa karakteristik sesuai karakteristik populasi sasaran.

 

  1. b.      Evaluasi Sumatif

Evaluasi sumulatif merupakan bentuk akhir dari suatu produk media pembelajaran setelah diperbaiki dan disempurnakan. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data guna menentukan apakah media yang telah dibuat cocok digunakan dalam situasi-situasi tertentu atau apakah media tersebut benar-benar efektif

 


  1. III.           PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK

 

  1. A.    HAKIKAT PENILAIAN
  2. 1.      Ruang Lingkup Penilaian

Penilaian dalam pembelajaran tematik adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui program kegiatan belajar (Depdiknas, 2006: 14)

Penilaian merupakan pengumpulan informasi untuk menentukan kualitas dan kuantitas belajar peserta didik. Penilaian juga dimaksudkan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematisdan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. (trianto, 2007: 87)

Tujuan penilaian untuk mengetahui perkembangan yang telah dicapai anak didik selama mengikuti pembelajaran.

Fungsi penialaian sebagai berikut :

  1. Memberikan umpan balik kepada guru untuk menyempurankan pembelajaran
  2. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk membimbing perkembangan anak didik baik fisik maupun psikis sehingga dapat berkembang secara optimal.
  3. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk melakukan kegiatan bimbingan terhadap anak didik yang memerlukan bimbingan khusus.
  4. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk menempatkan anak dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
  5. Memberikan informasi bagi orang tua tentang perkambangan yang telah dicapai oleh anak didik sebagai pertanggungjawaban.
  6. Sebagai informasi kepada orang tua untuk menyesuaikan pendidikan keluarga dengan proses pembelajaran di sekolah.
  7. Sebagai bahan masukan bagi berbagai pihak dalam rangka pembinaan selanjutnya terhadap anak didik.

 

Ruang lingkup penilaian di TK/PAUD mencakup dua bidang pengembangan sebagai berikut :

  1. Bidang pengembangan diri meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial-emosional, dan kemandirian.
  2. Bidang kemampuan pengembangan dasar meliputi kemampuan berbahasa, kognitif, fisik motorik dan seni.

 

  1. 2.      Prinsip-prinsip Penilaian
    1. Terencana

Penialaian dilakukan secar terencana sesuai dengan aspek perkembangan yang dinilai

  1. Sistematis

Penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram.

  1. Menyeluruh

Penilaian mencakup semua aspek perkembangan anak baik moral dan nilai-nilai agama, sosial-emosional, kemandirian, berbahasa, kognitif, fisik motorik, dan seni

  1. Berkesinambungan

Penilaian dilakukan secra bertahap dan terus-menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan peserta didik

  1. Objektif

Penilaian dilaksanakan terhadap semua aspek perkembangan sebagaimana adanya

  1. Mendidik

Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi dan mengembangkan anak didik secara optimal.

  1. Kebermaknaan

Hasil penilaian harus mempunyai arti dan bermanfaat bagi guru, orang tua dan anak didik serta pihak lain.

 

 

  1. B.     CARA, ALAT DAN PROSEDUR PENILAIAN

Penilaian dilaksanakan berdasarkan gambaran atau informasi tentang perkembangan anak didik. Ada tiga bentuk penilaian yang dapat digunakan untuk menilai perkembangan anak didik.

  1. 1.      Penilaian dengan Simbol
    1. a.      Cara penilaian

Dalam melaksanakan penilalian dengan menggunakan simbol guru dapat memakai cara berupa:

1)      Obsevasi

Observasi adalah cara pengumpulan data melalui pengamatan langsungterhadap sikap, perilaku, dan berbagai kemampuan yang ditunjukkan anak.

2)      Catatan Anekdot

Adalah cara pengumpulan data melalui pengamatan langsung tentang sikap dan perilaku anak yang muncul secara tiba-tiba (insidental)

3)      Percakapan

Adalah cara pengumpulan data melalui interaksi lisan untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan atau penalaran anak mengenai sesuatu.

4)      Penugasan

Adalah cara pengumpulan data berupa pemberian tugas yang harus dikerjakan anak didik dalam waktu tertentu baik secara perorangan maupun kelompok

5)      Unjuk Kerja

Adalah cara pengumpulan data yang menuntut anak didik untuk melakukan tugas dalam perbuatan yang dapat diamati, missal praktik menyanyi, olahraga atau memperagakan sesuatu.

 


  1. b.      Alat Penilaian yang Digunakan

Alat penilaian yang digunakan adalah:

1)      RKH ( rencana Kegiatan Harian)

2)      Format catatan anekdot

 

  1. c.       Prosedur Penilaian

1)      Guru melaksanakan penilaian dengan mengacu pada indikator yang hendak dicapai. Penilaian dilakukan seiring dengan kegiatan pembelajaran

2)      Cara pencatan hasil penilaian harian dilaksanak sebagai berikut:

a)      Catat penilaian dalam kolom penilaian perkembangan anak dalam rencana kegiatan harian

b)      Bila anak dalam melaksanakan tugas selalu dibantu guru, maka pada kolom penilaian diberi tanda bulatan kosong (o).

c)      Anak yang sudah melebihi idikator dengan mampu melaksanakan tugas tanpa bantuan, maka pada kolom penilaian dituliskan nama anak dan tanda bulatan penuh (    )

d)     Jika semua anak menunjukkan kemampuan sesuai dengan indikator yang tertuang dalam RKH, maka pada kolom penilaian ditulis kata “semua anak” dengan tanda check list  ) misal: semua anak

 

3)      Hasil catatan penilaian yang ada dalam RKH dirangkum dan dipindah kedalam format rangkuman penilaian perkembangan anak didik.

a)      Apabila hasil penilaian dalam satu bulan lebih cenderung memperoleh bulatan penuh, maka hasilnya menjadi bulatan penuh pada rangkuman bulanan dengan selau memperhatika proses perubahan perilaku dan kemampuan dalam pembelajaran.

Contoh:

 

 

b)      Apabila hasil penilaian pada perkembangan anak dalam satu bulan cenderung memperoleh bulatan kosong, maka hasilnya akan dipindahkan bulatan kosong pada rangkuman bulanan

Contoh:

 

c)      Apabila hasil penilaian cenderung seimbang perolehan bulatan penuh dan bulatan kosong, maka hasilnya berupa tanda check list yang kemudian dipindahkan ke rangkuman bulanan.

Contoh:

 

d)     Data dari buku rangkuman selama satu semester dianalisis dan disimpulkan untuk menetapkan gambaran perkembangan anak yang dideskripsikan dalam laporan penilaian

 

Hasil catatan penilaian yang ada dalam RKH dirangkum dan dipindahkan ke dalam satu format rangkuman penilaian yang mencakup bulanan dan semester. Untuk menunjukkan ketercapaian indikator selain menggunakan simbol bulatan penuh, kosong dan check list, guru dapat menggunakan simbol lain, seperti bintang (=    ,         ,           )

 

  1. Penilaian dengan Portofolio
    1. Cara Penilaian

Cara penilaiannya adalah berupa observasi, catatan anekdot, percakapan, penugasan, unjuk kerja juga mengumpulkan hasil karya anak dengan format penilaian sesuai dengan RKH yang diprogramkan.

 

  1. Alat Penilaian

Alat penilaian dapat menggunakan format-format sebgai berikut;

1)      Format observasi

Contoh format observasi dengan check list

 

Nama anak     :                         Haru/Tanggal :

Usia               :                         Observer        :

No. Aspek Ya Tidak
 

 

 

 

Aspek perkembangan bahasa

Menggunakan bahasa yang santun

Mengekspresikan perasaan dengan kata-kata

Menggunakan bahasa yang dapat dipahami

   

 

2)      Format catatan anekdot

Contoh format anekdot

Pengamatan terhadap Yurisa

Perkembangan fisik

Pengamat/ Tanggal

 

Keterangan Pengamatan:

 

 

Perkembangan Sosial

Pengamat/ Tanggal

 

Keterangan Pengamatan:

 

 

Perkembangan Emosional

Pengamat/ Tanggal

 

Keterangan Pengamatan:

 

 

kteativitas

Pengamat/ Tanggal

 

Keterangan Pengamatan:

 

 

Perkembangan Bahasa

Pengamat/ Tanggal

 

Keterangan Pengamatan:

 

 

Perkembangan Kognitif

Pengamat/ Tanggal

 

Keterangan Pengamatan:

 

 

 

 

 

3)      Format percakapan

Contoh format percakapan

 

Nama anak      :                                   Hari/ Tanggal  :

Usia anak        :                                   Pewawancara  :

Setting             :                                   Waktu             :

 

 

 

Berisi uraian tentang percakapan anak dan guru

 

4)      Format penugasan

Contoh format penugasan

Penilaian Kegiatan

Menebalkan Tulisan dengan Gambar

Tema                                   : Binatang

Subtema                            : Telur burung puyuh

Hari/ Tanggal                      : Minggu/ 13 November 2011

Kelompok/ Semester          : B/ I

Bidang Pengembangan       : Bahasa

 

No.

Nama Anak

Aspek yang dinilai

Keaktifan Kerapian Ketelitian
       

 

 

 

5)      Format unjuk kerja

Contoh:

Nama Siswa: ………………  Tanggal: ………………         Kelas: ….

 

Kompetensi Dasar: Mengelompokkan hewan sesuai dengan jenis makanannya

 

Kelompokkanlah hewan sesuai dengan jenis makanannya dengan menggunakan gambar.

 

NO

ASPEK YANG DINILAI

TINGKAT KEMAMPUAN

1

2

3

4

1.

 

2

Pengelompokan dilakukan dengan menggunakan semua indra

Uraian yang dijabarkan secara rinci.

       

JUMLAH

       

Kriteria Penskoran                  Kriteria Penilaian

  1. Baik Sekali      4                      10 – 12            A
  2. Baik                 3                        7 –   9            B
  3. Cukup             2                         4 – 6             C
  4. Kurang                        1                         ≤  3   D
  5. Prosedur Penilaian

1)      Guru melihat RKH yang dibuat

2)      Guru mengklasifikasi kegiatan yang dilakukan di kelas, contoh penugasan, percakapan, dll.

3)      Guru menyiapkan format penilaian sesuai kegiatan pembelajaran

4)      Dalam format penilaian guru menentukan waktu, kegiatan pembelajaran dan aspek yang dinilai.

5)      Guru menuliskan hasil penilaian ke dalam format penilaian

6)      Setiap hasil karya anak dideskripsikan oleh guru pada lembar hasil karyanya.

7)      Guru mendokumentasikan, menganalisis dan menyimpulkan hasil penilaian bersama dengan deskripsi karyanya ke dalam format rangkuman penilaian.

 

  1. Contoh Penilaian portofolio secara umum

 

Latar Belakang Informasi

Tanggal lahir anak:

 

Tanggal masuk sekolah :
Bahasa yang digunakan di rumah:

 

Suku/ ras
Bukti perkembangan Kognitif : observasi, foto, hasil karya,  atau catatan perilaku dan perkembangan perilaku anak (catatan anekdot)
Mengamati gejala alamiah Menemukan dan mengeksplorasi Menyeleksi, menghitung dan mengelompokkan
Contoh gambar atau ilustrasi   Mengidentifikasi masalah

 

 

  1. Penilaian Gabungan

Penilaian gabungan merupakan gabungan antara penilaian yang menggunakan simbol dan portofolio.

Contoh:

Evaluasi Proses Kegiatan

Menebalkan Tulisan dengan Gambar

Tema                          : Binatang

Subtema                                     : Telur burung puyuh

Hari/ Tanggal           : Minggu/ 13 November 2011

Kelompok/ Semester                        : B/ I

Bidang Pengembangan                    : Bahasa

 

No.

Nama Anak

Aspek yang dinilai

Hasil Akhir

Keaktifan

anak

Ketelitian

Anak

Ketepatan

Anak

 
1.                      
2.                      
3.                      
4.                      
5.                      

 

 

Keterangan tanda :

Tuntas

Setengah tuntas

Tidak tuntas

 

  1. PELAPORAN HASIL PENILAIAN

Pelaporan merupakan kegiatan menyampaikan dan mengomunikasikan hasil penilaian guru tentang perkembangan anak didik. Penilaian dilaporkan dalam bentuk uraian singkat dari  masing-masing program pengembangan yang dibuat dengan objektif sehingga tidak menimbulkan persepsi yang salah.

Pola pelaporan dituangkan dalam buku perkembangan anak didik yang mengikuti pola sebagai berikut:

  1. Uraian perkembangan secara umum
  2. Uraian perkembangan anak yang menonjol
  3. Uraian perkembangan kemampuan anak yang masih perlu ditingkatkan.

 

Dalam pelaksanaan kegiatan ini hendaknya menjaga kerahasian data atau informasi. Data tersebut hanya diinformasikan dan dibicarakan dengan orang tua/ wali anak didik yang bersangkutan atau tenaga ahli dalam rangka bimbingan selanjutnya.

 

BAB 3

PENUTUP

 

Kesimpulan

 

Berdasarkan uraian di atas dapat ditegaskan bahwa pembelajaran tematik   dimaksudkan agar pembelajaran lebih bermakna dan utuh. Pembelajaran tematik ini  memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan perhatian, aktivitas belajar, dan   pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajarinya, karena pembelajarannya lebih berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung kepada siswa,   pemisahan mata  pelajaran tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran., bersifat fleksibel, hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat, dan kebutuhan siswa.

Pembelajaran tematik agar berhasil dengan baik perlu dilakukan  dengan menempuh tahapan perencanaan, penerapan dan penilaian.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Fridani, dkk, Evaluasi Perkembangan Anak Usia Dini, 2002, Penerbit: Universitas Terbuka

Http://akhmadsudrajat.wordpress.com/downloads

Trianto, Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik, 2011, Jakarta: Kencana

 

BAB I PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapaitujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar melakukan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.

Harapan yang tidak pernah sirna dan selalu guru tuntut adalah bagaimana bahan pelajaran yang disampaikan guru dapat dikuasai anak didik secaratuntas. Ini merupakan masalah yang cukupsulit yang dirasakan oleh guru. Kesulitan itu dikarenakan anak didik bukan hanya sebagai individu dengansegala keunikannya, tetapi mereka juga sebagai makhluk sosial dengan latar belakang yang berbeda. Paling sedikit ada tiga aspek yang membedakan anak didik satu dengan yang lainnya, yaitu aspek intelektual, psikologis, dan biologis.

Ketiga aspek tersebut diakui sebagai akar permasalahan yang melahirkan bervariasinya sikap dan tingkah laku anak didik disekolah. Hal itu pula yang menjadikan berat tugas guru dalam mengelola kelas dengan baik. Keluhan-keluhan guru sering terlontar hanya karena masalah sukarnya mengelola kelas. Akibat kegagalan guru mengelola kelas,tujan pengajaran pun sukar untuk dicapai. Hal ini kiranya tidak perlu terjadi, karena usaha yang dapat dilakukan masih terbuka lebar. Salah satu caranya adalah dengan meminimalkan jumlah anak didik di kelas. Mengaplakasikan beberapa prinsip pengelolaan kelas. Kelas adalah upaya lain yang tidak bisa diabaikkan begitu saja. Pendekatan terpilih mutlak dilakukan guna mendukung pengelolaan kelas. Disamping itu juga, perlu memanfatkan beberapa media pendidikan yang telah ada dan mengupayakan pengadaan media pendidikan baru demi terwujudnya tujuan bersama.

  1. B.     Rumusan Masalah
    1. Apa saja macam-macam media pembelajaran?
    2. Apakah karakteristik media pembelajaran?
    3. Apa kelebihan dan kekurangan media pembelajaran tersebut?
  1. C.    Tujuan
    1. Mahasiswa mampu menyebutkan, memahami dan mengimplementasikan macam-macam media pendidikan.
    2. Mahasiswa mampu menyebutkan, memahami karakter dari media pembelajaran yang ada.
    3. Mahasiswa mampu menyebutkan, memahami serta bisa mengatasi kesulitan dari masing-masing media pendidkan dan bisa memanfatkan kelebihannya dalam pembelajaran.

BAB II PEMBAHASAN

PERENCANAAN, PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN ( MEDIA VISUAL, AUDIO, AUDIO-VISUAL)

             Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta  perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi. Hal pertama yang harus dilakukan seorang pendidik adalah mengetahui terlebih dahulu mengenai berbagai jenis dan karakteristik media media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu media visual, media audio, dan media audio-visual.

I. MACAM MEDIA PEMBELAJARAN

A. Media Visual­­­­

Media visual adalah media yang menyampaikan pesan melalui penglihatan atau media yang hanya dapat dilihat, media ini paling sering digunakan untuk membantu menyampaikan isi dari tema pembelajaran. Media pembelajaran visual telah terbukti lebih efisien dalam melakukan komunikasi antara pendidik dengan peserta didik. Media pembelajaran visual (seperti gambar diam, gambar bergerak, televise, objek tiga dimensi, dll) mempunyai hubungan positif yang cukup tinggi. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa media pembelajaran visual merupakan media pembelajaran yang cukup baik dan efisien.

Ciri-Ciri Media Pembelajaran Visual

Gerlach dan Ely (1971) mengemukakan tiga ciri media yang merupakan petunjuk mengapa media digunakan dan apa saja yang dapat dilakukan oleh media yang mungkin guru tidak mampu (kurang efisien) melakukannya.

  1. Ciri Fiksatif (Fixative Property)

Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek. Suatu peristiwa atau obyek dapat diurut dan disusun kembali dengan media seperti fotografi, video, tape, audio tape, disket komputer, dan film. Kegiatan anak dapat direkam untuk kemudian dianalisis dan dikritik oleh anak sejawat secara perorangan maupun secara kelompok.

  1. Ciri Manipulatif (Manipulative Property)

Transformasi suatu kejadian atau obyek dimungkinkan karena media memiliki ciri manipulatif. Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada anak dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar time-lapse recording, misalnya, bagaimana proses larva menjadi kepompong kemudian menjadi kupu-kupu dapat dipercepat dengan teknik rekaman fotografi tersebut. Manipulasi kejadian obyek dengan jalan mengedit hasil rekaman dapat menghemat waktu. Proses penanaman dan panen gandum, mengolah gandum menjadi tepung, dan penggunaan tepung untuk membuat roti dapat dipersingkat waktunya dalam suatu urutan rekaman video atau film yang mampu menyajikan informasi yang cukup bagi anak untuk mengetahui asal usul dan proses dari penanaman bahan baku tepung menjadi roti.

  1. Ciri Distributif (Distributive Property)

Ciri distributif dari media memungkinkan suatu obyek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar anak dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu. Dewasa ini distributif media tidak hanya terbatas pada suatu kelas pada sekolah-sekolah di dalam suatu wilayah tertentu, tetapi juga media itu misalnya rekaman video, audio, disket komputer dapat disebar ke seluruh penjuru tempat yang diinginkan kapan saja.

Sebenarnya, siapapun bisa mepergunakan media pembelajaran visual dengan baik dan benar. Namun, dengan catatan orang tersebut telah mengusai cara penggunaannya dengan benar. Beberapa orang yang bisa mengoprasikan penggunaan media visual harus memiliki kemauan untuk belajar. Ada beberapa faktor yang menghambat perkembangan kemampuan seseorang untuk menggunakan media pembelajan, yaitu:

a)      Asumsi bahwa menggunakan media itu repot.

b)      Menganggap media itu canggih dan mahal.

c)       Tidak bisa menggunakan media yang ada.

d)     Asumsi bahwa media itu hiburan, memperkecil kemungkinan anak tetap konsentrasi terhadap pelajarannya.

e)      Tidak tersedianya media pembelajaran visual.

f)       Kebiasaan menikmati ceramah/bicara tanpa media visual.

Jadi, seseorang yang paling tepat untuk menggunakan media pembelajaran visual adalah seseorang yang tidak memiliki sifat menghambat seperti yang disebutkan diatas.Media ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip, slides, foto, gambar atau lukisan, dan cetakan. Ada pula yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, dan film kartun. Terdapat dua jenis media visual, yaitu :

  1. Media yang diproyeksikan

Media yang diproyeksikan adalah media yang disajikan dengan menggunakan alat proyeksi atau proyektor dengan gambar atu tulisan nampak pada layar. Media yang dapat diproyeksi bisa berupa berupa gambar diam ( still pictures) dan gambar bergerak ( motion pictures )

  1. Media yang tidak diproyeksikan.

Media yang tidak diproyeksikan adalah gambar yang disajikan secara fotografik, model atau nyata yang ada kaitannya dengan bahan atau bisi pelajaran. Contoh secara fotografik, misalnya gambar manusia, binatang, tempat.

Media pembelajaran visual baiknya digunakan di tempat yang tepat, sesuai dengan jenis medianya. Misalnya, media yang tidak diproyeksikan dapat dilakukan diluar kelas. Hal itu memungkinakan untuk media pembelajaran visual yang berupa benda nyata dan media grafis. Dalam penggunaan media pembelajaran visual berbentuk benda nyata misalnya, dalam pelajaran biologi kita dapat menggunakan tumbuhan diluar kelas sebagai media pembelajaran visual. Media grafis dan model pun bisa digunakan diluar kelas, apabila media tersebut memungkinkan untuk digunakan diluar kelas.

Sedangkan untuk media pembelajaran yang diproyeksikan, tempat yang tepat adalah di dalam kelas. Mengingat kebutuhannya akan alat-alat yang cukup berat, dan dibutuhkannya aliran listrik, tentu penggunaan media pembelajaran visual yang diproyeksikan ini lebih baik digunakan di dalam kelas. Para pendidik dapat menyesuaikan jenis media visual apa yang dibutuhkan, dan disesuaikan dengan tempat kegiatan belajar mengajar; apakah di dalam atau di luar ruangan.

Keuntungan penggunaan media pembelajaran visual

  1. Menarik

Beberapa penelitian membuktikan bahwa pembelajaran yang diserap melalui media penglihatan (media visual), terutama media visual yang menarik, dapat mempercepat daya serap peserta didik dalam memahami pelajaran yang disampaikan.

Dalam media jenis gambar atau proyeksi, media tersebut dapat dibuat dengan menambahkan animasi, warna yang membangkitkan semangat, dan lain-lain. Sedangkan untuk Media yang berupa model, dapat diwarnai dan dibentuk semirip mungkin.

  1. Lebih mudah diingat

Seperti yang telah dibahas diatas, bentuk nyata, gambar, atau gambar bergerak akan lebih mudah diingat oleh para peserta didik. Apabila dibandingkan dengan media pembelajaran yang hanya berupa text book, para peserta didik akan sedikit kesulitan untuk mengingatnya.

  1. Variatif

Karena jenisnya yang beragam, pendidik dapat menggunakan semua jenis media visual yang ada. Hal ini dapat menciptakan sesuatu yang variatif, dan tidak membosankan bagi para peserta didiknya.

  1. Dapat melibatkan anak untuk menggunakannya

Maksudnya disini, apabila media pembelajaran visual yang digunakan adalah media pembelajaran non proyeksi, para peserta didik dapat dengan langsung menyentuh dan belajar menerangkannya juga. Misalnya, saat mempelajari tumbuhan, peserta didik dapat diminta maju kedepan, melihat model tumbuhan lebih dekat, dan diminta untuk menunjukan satu bagian yang diminta oleh pendidiknya.

Kelemahan Media Visual

  1. Sulit dibawa

Beberapa media pembelajaran visual yang memiliki ukuran besarcukup menyulitkan untuk dibawa kesana-kemari. Begitu pula untuk menyajikan media pembelajaran visual yang diproyeksikan, tentu membutuhkan banyak benda-benda penunjang yang cukup merepotkan utnuk selalu dibawa-bawa

  1. Membutuhkan listrik

Untuk media pembelajarn visual yang diproyeksikan, harus membutuhkan listrik. Hal ini cukup merepotkan apabila terjadi gangguan di sumber listrik, dan cukup membahayakan apabila tidak digunakan dengan hati-hati.

  1. Apabila dipakai oleh murid-murid, kemungkinan cepat rusak

Salah satu keuntungan dari media pembelajaran visual adalah dapat digunakan juga oleh peserta didik. Namun, dari keuntungan ini, muncul kerugian juga, karena apabila digunakan dengan banyak orang, media yang digunakan dapat menjadi cepat rusak.

B. Media Audio

Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif ( hanya dapat didengar ) yang dapat merangsang pikiran, perasaan perhatian dan kemampuan peserta didik untuk mempelajari bahan ajar.  Penggunaan media audio dalam pembelajaran pada umumnya untuk menyampaikan materi pelajaran tentang mendengarkan. Bentuk dari media audio contohnya radio dan  kaset rekoorder.

C. Media Audio-Visual

Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar (  pandang-dengar). Jenis media ini mempunya kemampuan yang lebih baik karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua.

Media ini dibagi menjadi :

  1. Audio visual murni yaitu baik unsur suara maupun unsur gambar derasal dari satu sumberseperti video kaset
  2. Audio visual tidak murni yaitu unsur suara dan unsur gambarnya berasal dari sumber yang berbeda. Misalnya filmbingkai suara yang unsur gambarnya berasal dari slides proyektor dan unsur suaranya berasal dari tape recorder.

Penyajian pengajaran secara audio-visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses pembelajaran, seperti , mesin proyektor film, tape rekorder, proyektor visual yang lebar.

Karakteristik Media audio-visual :

  1. Bersifat linear
  2. Menyajikan visual yang dinamis
  3. Digunakan dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya oleh perancang.
  4. Merupakan representasi fisik dari gagasan real atau abstrak
  5. Dikembangkan menurut prinsip psikologis behafiorisme dan kognitif
  6. Berorientasi pada guru

Kelemahan pada media audio-visual yaitu terlalu menekankan pada penguasaan materi dari pada proses pengembangannya dan tetap memandang materi audio-visual sebagai alat bantu guru dalam proses pembelajaran.

  1. II.      PERENCANAAN, PEMBUATAN, DAN PENGGUNAAN  MEDIA PEMBELAJARAN

Dalam rangka mencapai keberhasilan kegiatan belajar mengajar, media pengajaran yang memadai sebaiknya dapat dipergunakan oleh pendidik dan anak. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengadakan sarana yang dibutuhkan, antara lain dengan membeli, membuat, memanfaatkan lingkungan dan mengembangkan sarana yang telah ada di taman kanak-kanak. Sebelum mengadakan media yang akan dipergunakan perlu memperhatikan tahapan-tahapan sebagai berikut :

  1. Persiapan/perencanaan

Pada tahapan ini pendidik hendaknya :

  1. Mempelajari dan menguasai kurikulum taman kanak-kanak terutama mengenai kemampuan-kemampuan yang akan dicapai oleh anak didik.
  2. Melakukan analisis dengan maksud mengetahui hubungan antara kemampuan-kemampuan yang akan dicapai dengan jenis kegiatan yang akan dilakukan dan media yang diperlukan.
  3. Menginventarisasi media yang telah tersedia.
  4. Memeriksa kelengkapannya yang menyangkut kelengkapan setiap jenis dan jumlah yang diperlukan.
  5. Memeriksa fungsi media yang tersedia, apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak.
  6. Menginventarisasi kebutuhan media yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
  7. Merencanakan pembuatan media pengajaran atau pembelian media sesuai dengan kebutuhan.
  8. Melaksanakan pembuatan atau pembelian media pengajaran.
  9. Pengadaan dengan cara membuat sendiri

Apabila pengadaan media dengan cara membuat sendiri ada beberapa prinsip dalam pembuatan media yang harus diperhatikan, yaitu :

  1. Media yang dibuat hendaknya multi guna, artinya media tersebut dapat digunakan untuk semua pengembangan dan kemampuan lain yang sesuai. Disamping dapat dipergunakan sebagai alat peraga juga dapat digunakan sebagai alat bermain oleh anak.
  2. Bahan yang digunakan mudah didapat di lingkungan sekitar dan murah harganya. Bahan-bahan tersebut dapat dibeli, diambil di lingkungan sekitar atau dari bahan-bahan bekas/sisa. Dan alangkah lebih baik apabila bahan yang digunakan merupakan barang-barang bekas yang layak pakai sehingga selain mendapatkan bahan yang lebih murah atau mungkin tidak perlu membeli juga dapat mengenalkan kepada anak didik proses daur ulang serta memungkinkan bagi pendidik untuk menuangkan kreativitasnya.
  3. Tidak menggunakan bahan yang berbahaya bagi anak.
  4. Media yang dibuat dapat menimbulkan kreativitas anak, dapat dimainkan sehingga menambah kesenangan bagi anak, menimbulkan daya khayal dan daya imajinasi serta dapat digunakan untuk bereksperimen dan bereksplorasi.
  5. Sesuai dengan tujuan dan fungsi media.
  6. Dapat digunakan secara individu atau kelompok Alat dibuat sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

Selain prinsip-prinsip tadi juga ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam pembuatan media pengajaran. Persyaratan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Segi Edukatif

1)      Kesesuaian dengan Kurikulum, dalam hal ini sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dicapai oleh anak didik

2)      Segi kesesuaian dengan dikdatik metodik. Yang termasuk dalam segi ini, antara lain :

2.1 Media yang dibuat harus sesuai dengan tingkat kemampuan anak.

2.2 Dapat mendorong aktivitas dan kreativitas anak.

2.3 Membantu kelancaran dan keberhasilan kegiatan belajar mengajar.

b. Segi Teknik

1) Kebenaran

Kebenaran yang dimaksud adlah kebenaran yang ditinjau dari konsep ilmu.

3)      Ketelitian

Media yang dibuat harus memenuhi unsure ketelitian, agar tidak

menimbulkan kesalahan konsep, atau tidak dapat memenuhi fungsinya.

4)      Kemudahan dalam pemakaian

Media tersebut mudah dipakai oleh anak dan semua guru.

5)      Keamanan

Media yang dibuat harus aman dan tidak membahayakan pemakai.

6)      Ketepatan ukuran

7)      Kompatibilitas

Media tersebut memiliki fleksibilitas sehingga dapat digunakan dengan

media yang lain yang bukan merupakan pasangannnya.

c. Segi Estetika/keindahan

1. Bentuk yang estetis.

2. Keserasian ukuran

3. Warna/kombinasi warna yang serasi.

Kendala-kendala yg dihadapi dalam melaksanakan strategi yg dipilih

  1. Kreatifitas guru yg kurang sehingga untuk menciptakan media sebagai alat peraga masih kurang.
  2. Guru hanya mengandalkan alat peraga yg permanen sehingga tidak menciptakan alat peraga baru yang menantang dalam kegiatan proses belajar mengajar.
  3. Kurangnya perhatian masyarakat terhadap Pendidikan Anak Usia Dini khususnya TK.
  4. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya Pendidikan usia dini termasuk dukungan pengadaan sarana dan prasarana pembelajaran
  5. Kurangnya pemahaman orang tua tentang perntingnya alat permainan bagi anak.

Faktor-Faktor Pendukung :

  1. Mudah memperoleh alat atau bahan di lingkungan sekitar yg dapat dimanfaatkan sebagai media untuk pembuatan alat peraga.
  2. Tidak membutuhkan banyak biaya untuk pembuatan media sebagai alat peraga dan alat permainan.
  3. Dukungan dari guru untuk membuat dan menyelesaikan media sebagai alat peraga kubus multiguna sangat baik.
  4. Dukungan dari Yayasan untuk memfasilitasi kebutuhan TK.

Alternatif Pengembangan Media:

  1. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.
  2. Memanfaatkan bahan sisa atau bekas sebagai media pembelajaran.

 

 

KESIMPULAN

  1. Dari pembahasan diatas dapat diketahui bahwa macam-macam media pembelajaran adalah sebagai berikut :
    1. Media Visual
    2. Media Audio
    3. Media Audiovisual
    4. Setiap media pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangan. Maka diharapkan kekreatifitasan guru dalam memilih media mana yang lebih cocok untuk diterapkan dalam kelas. Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah materi yang akan disampaikan, situasi kelas dan sarana pra sarana
    5. Media sangat membantu dalam mewujudkan tujuan pendidikan meskipun banyak kekurangan yanng ada didalamnya.

DAFTAR PUSTAKA
Harjanto.1997, peRencanaa pengajAran, Jakarta: PT Rineka Cipta
Nanna Sudjana dan Ahmad Rivai.2007. Teknologi Pengajaran, Bandung: Sinar Baru Algensindo
Bahri Djamarah dan Aswan Zain, 2006, Strategi Belajar Mengajar ,Jakarta: PT Rineka Cipta
Arsad Azhar, 2008, Media Pembelajaran ,Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Fred Percival dan Henry Ellington, 1998, Teknologi Pendidikan, Jakarta: Erlangga

http://vickyoktrya.blogspot.com/2009/10/media-pembelajaran-dan-media.html

http://justnurman.wordpress.com/2010/12/01/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-penggunaan-media-pembelajaran-visual-pada-siswa-tk-x-dalam-semester-i-tahun-pelajaran-20102011/

http://widjajaedu.wordpress.com/2008/08/31/meningkatkan-kreatifitas-guru-melalui-penggunaan-media-pembelajaran-kubus-multiguna-di-taman-kanak-kanak-erni-hailitik-oepura/

http://bundaati.blogspot.com/2009/07/media-pengajaran-di-taman-kanak-kanak.html

15 september 2011 20.22

 

Hello world!

Posted: 2 Oktober 2011 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.