Media pembelajaran

Posted: 18 Oktober 2011 in Uncategorized
Tag:, ,

BAB I PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapaitujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar melakukan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.

Harapan yang tidak pernah sirna dan selalu guru tuntut adalah bagaimana bahan pelajaran yang disampaikan guru dapat dikuasai anak didik secaratuntas. Ini merupakan masalah yang cukupsulit yang dirasakan oleh guru. Kesulitan itu dikarenakan anak didik bukan hanya sebagai individu dengansegala keunikannya, tetapi mereka juga sebagai makhluk sosial dengan latar belakang yang berbeda. Paling sedikit ada tiga aspek yang membedakan anak didik satu dengan yang lainnya, yaitu aspek intelektual, psikologis, dan biologis.

Ketiga aspek tersebut diakui sebagai akar permasalahan yang melahirkan bervariasinya sikap dan tingkah laku anak didik disekolah. Hal itu pula yang menjadikan berat tugas guru dalam mengelola kelas dengan baik. Keluhan-keluhan guru sering terlontar hanya karena masalah sukarnya mengelola kelas. Akibat kegagalan guru mengelola kelas,tujan pengajaran pun sukar untuk dicapai. Hal ini kiranya tidak perlu terjadi, karena usaha yang dapat dilakukan masih terbuka lebar. Salah satu caranya adalah dengan meminimalkan jumlah anak didik di kelas. Mengaplakasikan beberapa prinsip pengelolaan kelas. Kelas adalah upaya lain yang tidak bisa diabaikkan begitu saja. Pendekatan terpilih mutlak dilakukan guna mendukung pengelolaan kelas. Disamping itu juga, perlu memanfatkan beberapa media pendidikan yang telah ada dan mengupayakan pengadaan media pendidikan baru demi terwujudnya tujuan bersama.

  1. B.     Rumusan Masalah
    1. Apa saja macam-macam media pembelajaran?
    2. Apakah karakteristik media pembelajaran?
    3. Apa kelebihan dan kekurangan media pembelajaran tersebut?
  1. C.    Tujuan
    1. Mahasiswa mampu menyebutkan, memahami dan mengimplementasikan macam-macam media pendidikan.
    2. Mahasiswa mampu menyebutkan, memahami karakter dari media pembelajaran yang ada.
    3. Mahasiswa mampu menyebutkan, memahami serta bisa mengatasi kesulitan dari masing-masing media pendidkan dan bisa memanfatkan kelebihannya dalam pembelajaran.

BAB II PEMBAHASAN

PERENCANAAN, PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN ( MEDIA VISUAL, AUDIO, AUDIO-VISUAL)

             Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta  perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi. Hal pertama yang harus dilakukan seorang pendidik adalah mengetahui terlebih dahulu mengenai berbagai jenis dan karakteristik media media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu media visual, media audio, dan media audio-visual.

I. MACAM MEDIA PEMBELAJARAN

A. Media Visual­­­­

Media visual adalah media yang menyampaikan pesan melalui penglihatan atau media yang hanya dapat dilihat, media ini paling sering digunakan untuk membantu menyampaikan isi dari tema pembelajaran. Media pembelajaran visual telah terbukti lebih efisien dalam melakukan komunikasi antara pendidik dengan peserta didik. Media pembelajaran visual (seperti gambar diam, gambar bergerak, televise, objek tiga dimensi, dll) mempunyai hubungan positif yang cukup tinggi. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa media pembelajaran visual merupakan media pembelajaran yang cukup baik dan efisien.

Ciri-Ciri Media Pembelajaran Visual

Gerlach dan Ely (1971) mengemukakan tiga ciri media yang merupakan petunjuk mengapa media digunakan dan apa saja yang dapat dilakukan oleh media yang mungkin guru tidak mampu (kurang efisien) melakukannya.

  1. Ciri Fiksatif (Fixative Property)

Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek. Suatu peristiwa atau obyek dapat diurut dan disusun kembali dengan media seperti fotografi, video, tape, audio tape, disket komputer, dan film. Kegiatan anak dapat direkam untuk kemudian dianalisis dan dikritik oleh anak sejawat secara perorangan maupun secara kelompok.

  1. Ciri Manipulatif (Manipulative Property)

Transformasi suatu kejadian atau obyek dimungkinkan karena media memiliki ciri manipulatif. Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada anak dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar time-lapse recording, misalnya, bagaimana proses larva menjadi kepompong kemudian menjadi kupu-kupu dapat dipercepat dengan teknik rekaman fotografi tersebut. Manipulasi kejadian obyek dengan jalan mengedit hasil rekaman dapat menghemat waktu. Proses penanaman dan panen gandum, mengolah gandum menjadi tepung, dan penggunaan tepung untuk membuat roti dapat dipersingkat waktunya dalam suatu urutan rekaman video atau film yang mampu menyajikan informasi yang cukup bagi anak untuk mengetahui asal usul dan proses dari penanaman bahan baku tepung menjadi roti.

  1. Ciri Distributif (Distributive Property)

Ciri distributif dari media memungkinkan suatu obyek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar anak dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu. Dewasa ini distributif media tidak hanya terbatas pada suatu kelas pada sekolah-sekolah di dalam suatu wilayah tertentu, tetapi juga media itu misalnya rekaman video, audio, disket komputer dapat disebar ke seluruh penjuru tempat yang diinginkan kapan saja.

Sebenarnya, siapapun bisa mepergunakan media pembelajaran visual dengan baik dan benar. Namun, dengan catatan orang tersebut telah mengusai cara penggunaannya dengan benar. Beberapa orang yang bisa mengoprasikan penggunaan media visual harus memiliki kemauan untuk belajar. Ada beberapa faktor yang menghambat perkembangan kemampuan seseorang untuk menggunakan media pembelajan, yaitu:

a)      Asumsi bahwa menggunakan media itu repot.

b)      Menganggap media itu canggih dan mahal.

c)       Tidak bisa menggunakan media yang ada.

d)     Asumsi bahwa media itu hiburan, memperkecil kemungkinan anak tetap konsentrasi terhadap pelajarannya.

e)      Tidak tersedianya media pembelajaran visual.

f)       Kebiasaan menikmati ceramah/bicara tanpa media visual.

Jadi, seseorang yang paling tepat untuk menggunakan media pembelajaran visual adalah seseorang yang tidak memiliki sifat menghambat seperti yang disebutkan diatas.Media ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip, slides, foto, gambar atau lukisan, dan cetakan. Ada pula yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, dan film kartun. Terdapat dua jenis media visual, yaitu :

  1. Media yang diproyeksikan

Media yang diproyeksikan adalah media yang disajikan dengan menggunakan alat proyeksi atau proyektor dengan gambar atu tulisan nampak pada layar. Media yang dapat diproyeksi bisa berupa berupa gambar diam ( still pictures) dan gambar bergerak ( motion pictures )

  1. Media yang tidak diproyeksikan.

Media yang tidak diproyeksikan adalah gambar yang disajikan secara fotografik, model atau nyata yang ada kaitannya dengan bahan atau bisi pelajaran. Contoh secara fotografik, misalnya gambar manusia, binatang, tempat.

Media pembelajaran visual baiknya digunakan di tempat yang tepat, sesuai dengan jenis medianya. Misalnya, media yang tidak diproyeksikan dapat dilakukan diluar kelas. Hal itu memungkinakan untuk media pembelajaran visual yang berupa benda nyata dan media grafis. Dalam penggunaan media pembelajaran visual berbentuk benda nyata misalnya, dalam pelajaran biologi kita dapat menggunakan tumbuhan diluar kelas sebagai media pembelajaran visual. Media grafis dan model pun bisa digunakan diluar kelas, apabila media tersebut memungkinkan untuk digunakan diluar kelas.

Sedangkan untuk media pembelajaran yang diproyeksikan, tempat yang tepat adalah di dalam kelas. Mengingat kebutuhannya akan alat-alat yang cukup berat, dan dibutuhkannya aliran listrik, tentu penggunaan media pembelajaran visual yang diproyeksikan ini lebih baik digunakan di dalam kelas. Para pendidik dapat menyesuaikan jenis media visual apa yang dibutuhkan, dan disesuaikan dengan tempat kegiatan belajar mengajar; apakah di dalam atau di luar ruangan.

Keuntungan penggunaan media pembelajaran visual

  1. Menarik

Beberapa penelitian membuktikan bahwa pembelajaran yang diserap melalui media penglihatan (media visual), terutama media visual yang menarik, dapat mempercepat daya serap peserta didik dalam memahami pelajaran yang disampaikan.

Dalam media jenis gambar atau proyeksi, media tersebut dapat dibuat dengan menambahkan animasi, warna yang membangkitkan semangat, dan lain-lain. Sedangkan untuk Media yang berupa model, dapat diwarnai dan dibentuk semirip mungkin.

  1. Lebih mudah diingat

Seperti yang telah dibahas diatas, bentuk nyata, gambar, atau gambar bergerak akan lebih mudah diingat oleh para peserta didik. Apabila dibandingkan dengan media pembelajaran yang hanya berupa text book, para peserta didik akan sedikit kesulitan untuk mengingatnya.

  1. Variatif

Karena jenisnya yang beragam, pendidik dapat menggunakan semua jenis media visual yang ada. Hal ini dapat menciptakan sesuatu yang variatif, dan tidak membosankan bagi para peserta didiknya.

  1. Dapat melibatkan anak untuk menggunakannya

Maksudnya disini, apabila media pembelajaran visual yang digunakan adalah media pembelajaran non proyeksi, para peserta didik dapat dengan langsung menyentuh dan belajar menerangkannya juga. Misalnya, saat mempelajari tumbuhan, peserta didik dapat diminta maju kedepan, melihat model tumbuhan lebih dekat, dan diminta untuk menunjukan satu bagian yang diminta oleh pendidiknya.

Kelemahan Media Visual

  1. Sulit dibawa

Beberapa media pembelajaran visual yang memiliki ukuran besarcukup menyulitkan untuk dibawa kesana-kemari. Begitu pula untuk menyajikan media pembelajaran visual yang diproyeksikan, tentu membutuhkan banyak benda-benda penunjang yang cukup merepotkan utnuk selalu dibawa-bawa

  1. Membutuhkan listrik

Untuk media pembelajarn visual yang diproyeksikan, harus membutuhkan listrik. Hal ini cukup merepotkan apabila terjadi gangguan di sumber listrik, dan cukup membahayakan apabila tidak digunakan dengan hati-hati.

  1. Apabila dipakai oleh murid-murid, kemungkinan cepat rusak

Salah satu keuntungan dari media pembelajaran visual adalah dapat digunakan juga oleh peserta didik. Namun, dari keuntungan ini, muncul kerugian juga, karena apabila digunakan dengan banyak orang, media yang digunakan dapat menjadi cepat rusak.

B. Media Audio

Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif ( hanya dapat didengar ) yang dapat merangsang pikiran, perasaan perhatian dan kemampuan peserta didik untuk mempelajari bahan ajar.  Penggunaan media audio dalam pembelajaran pada umumnya untuk menyampaikan materi pelajaran tentang mendengarkan. Bentuk dari media audio contohnya radio dan  kaset rekoorder.

C. Media Audio-Visual

Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar (  pandang-dengar). Jenis media ini mempunya kemampuan yang lebih baik karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua.

Media ini dibagi menjadi :

  1. Audio visual murni yaitu baik unsur suara maupun unsur gambar derasal dari satu sumberseperti video kaset
  2. Audio visual tidak murni yaitu unsur suara dan unsur gambarnya berasal dari sumber yang berbeda. Misalnya filmbingkai suara yang unsur gambarnya berasal dari slides proyektor dan unsur suaranya berasal dari tape recorder.

Penyajian pengajaran secara audio-visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses pembelajaran, seperti , mesin proyektor film, tape rekorder, proyektor visual yang lebar.

Karakteristik Media audio-visual :

  1. Bersifat linear
  2. Menyajikan visual yang dinamis
  3. Digunakan dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya oleh perancang.
  4. Merupakan representasi fisik dari gagasan real atau abstrak
  5. Dikembangkan menurut prinsip psikologis behafiorisme dan kognitif
  6. Berorientasi pada guru

Kelemahan pada media audio-visual yaitu terlalu menekankan pada penguasaan materi dari pada proses pengembangannya dan tetap memandang materi audio-visual sebagai alat bantu guru dalam proses pembelajaran.

  1. II.      PERENCANAAN, PEMBUATAN, DAN PENGGUNAAN  MEDIA PEMBELAJARAN

Dalam rangka mencapai keberhasilan kegiatan belajar mengajar, media pengajaran yang memadai sebaiknya dapat dipergunakan oleh pendidik dan anak. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengadakan sarana yang dibutuhkan, antara lain dengan membeli, membuat, memanfaatkan lingkungan dan mengembangkan sarana yang telah ada di taman kanak-kanak. Sebelum mengadakan media yang akan dipergunakan perlu memperhatikan tahapan-tahapan sebagai berikut :

  1. Persiapan/perencanaan

Pada tahapan ini pendidik hendaknya :

  1. Mempelajari dan menguasai kurikulum taman kanak-kanak terutama mengenai kemampuan-kemampuan yang akan dicapai oleh anak didik.
  2. Melakukan analisis dengan maksud mengetahui hubungan antara kemampuan-kemampuan yang akan dicapai dengan jenis kegiatan yang akan dilakukan dan media yang diperlukan.
  3. Menginventarisasi media yang telah tersedia.
  4. Memeriksa kelengkapannya yang menyangkut kelengkapan setiap jenis dan jumlah yang diperlukan.
  5. Memeriksa fungsi media yang tersedia, apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak.
  6. Menginventarisasi kebutuhan media yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
  7. Merencanakan pembuatan media pengajaran atau pembelian media sesuai dengan kebutuhan.
  8. Melaksanakan pembuatan atau pembelian media pengajaran.
  9. Pengadaan dengan cara membuat sendiri

Apabila pengadaan media dengan cara membuat sendiri ada beberapa prinsip dalam pembuatan media yang harus diperhatikan, yaitu :

  1. Media yang dibuat hendaknya multi guna, artinya media tersebut dapat digunakan untuk semua pengembangan dan kemampuan lain yang sesuai. Disamping dapat dipergunakan sebagai alat peraga juga dapat digunakan sebagai alat bermain oleh anak.
  2. Bahan yang digunakan mudah didapat di lingkungan sekitar dan murah harganya. Bahan-bahan tersebut dapat dibeli, diambil di lingkungan sekitar atau dari bahan-bahan bekas/sisa. Dan alangkah lebih baik apabila bahan yang digunakan merupakan barang-barang bekas yang layak pakai sehingga selain mendapatkan bahan yang lebih murah atau mungkin tidak perlu membeli juga dapat mengenalkan kepada anak didik proses daur ulang serta memungkinkan bagi pendidik untuk menuangkan kreativitasnya.
  3. Tidak menggunakan bahan yang berbahaya bagi anak.
  4. Media yang dibuat dapat menimbulkan kreativitas anak, dapat dimainkan sehingga menambah kesenangan bagi anak, menimbulkan daya khayal dan daya imajinasi serta dapat digunakan untuk bereksperimen dan bereksplorasi.
  5. Sesuai dengan tujuan dan fungsi media.
  6. Dapat digunakan secara individu atau kelompok Alat dibuat sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

Selain prinsip-prinsip tadi juga ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam pembuatan media pengajaran. Persyaratan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Segi Edukatif

1)      Kesesuaian dengan Kurikulum, dalam hal ini sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dicapai oleh anak didik

2)      Segi kesesuaian dengan dikdatik metodik. Yang termasuk dalam segi ini, antara lain :

2.1 Media yang dibuat harus sesuai dengan tingkat kemampuan anak.

2.2 Dapat mendorong aktivitas dan kreativitas anak.

2.3 Membantu kelancaran dan keberhasilan kegiatan belajar mengajar.

b. Segi Teknik

1) Kebenaran

Kebenaran yang dimaksud adlah kebenaran yang ditinjau dari konsep ilmu.

3)      Ketelitian

Media yang dibuat harus memenuhi unsure ketelitian, agar tidak

menimbulkan kesalahan konsep, atau tidak dapat memenuhi fungsinya.

4)      Kemudahan dalam pemakaian

Media tersebut mudah dipakai oleh anak dan semua guru.

5)      Keamanan

Media yang dibuat harus aman dan tidak membahayakan pemakai.

6)      Ketepatan ukuran

7)      Kompatibilitas

Media tersebut memiliki fleksibilitas sehingga dapat digunakan dengan

media yang lain yang bukan merupakan pasangannnya.

c. Segi Estetika/keindahan

1. Bentuk yang estetis.

2. Keserasian ukuran

3. Warna/kombinasi warna yang serasi.

Kendala-kendala yg dihadapi dalam melaksanakan strategi yg dipilih

  1. Kreatifitas guru yg kurang sehingga untuk menciptakan media sebagai alat peraga masih kurang.
  2. Guru hanya mengandalkan alat peraga yg permanen sehingga tidak menciptakan alat peraga baru yang menantang dalam kegiatan proses belajar mengajar.
  3. Kurangnya perhatian masyarakat terhadap Pendidikan Anak Usia Dini khususnya TK.
  4. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya Pendidikan usia dini termasuk dukungan pengadaan sarana dan prasarana pembelajaran
  5. Kurangnya pemahaman orang tua tentang perntingnya alat permainan bagi anak.

Faktor-Faktor Pendukung :

  1. Mudah memperoleh alat atau bahan di lingkungan sekitar yg dapat dimanfaatkan sebagai media untuk pembuatan alat peraga.
  2. Tidak membutuhkan banyak biaya untuk pembuatan media sebagai alat peraga dan alat permainan.
  3. Dukungan dari guru untuk membuat dan menyelesaikan media sebagai alat peraga kubus multiguna sangat baik.
  4. Dukungan dari Yayasan untuk memfasilitasi kebutuhan TK.

Alternatif Pengembangan Media:

  1. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.
  2. Memanfaatkan bahan sisa atau bekas sebagai media pembelajaran.

 

 

KESIMPULAN

  1. Dari pembahasan diatas dapat diketahui bahwa macam-macam media pembelajaran adalah sebagai berikut :
    1. Media Visual
    2. Media Audio
    3. Media Audiovisual
    4. Setiap media pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangan. Maka diharapkan kekreatifitasan guru dalam memilih media mana yang lebih cocok untuk diterapkan dalam kelas. Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah materi yang akan disampaikan, situasi kelas dan sarana pra sarana
    5. Media sangat membantu dalam mewujudkan tujuan pendidikan meskipun banyak kekurangan yanng ada didalamnya.

DAFTAR PUSTAKA
Harjanto.1997, peRencanaa pengajAran, Jakarta: PT Rineka Cipta
Nanna Sudjana dan Ahmad Rivai.2007. Teknologi Pengajaran, Bandung: Sinar Baru Algensindo
Bahri Djamarah dan Aswan Zain, 2006, Strategi Belajar Mengajar ,Jakarta: PT Rineka Cipta
Arsad Azhar, 2008, Media Pembelajaran ,Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Fred Percival dan Henry Ellington, 1998, Teknologi Pendidikan, Jakarta: Erlangga

http://vickyoktrya.blogspot.com/2009/10/media-pembelajaran-dan-media.html

http://justnurman.wordpress.com/2010/12/01/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-penggunaan-media-pembelajaran-visual-pada-siswa-tk-x-dalam-semester-i-tahun-pelajaran-20102011/

http://widjajaedu.wordpress.com/2008/08/31/meningkatkan-kreatifitas-guru-melalui-penggunaan-media-pembelajaran-kubus-multiguna-di-taman-kanak-kanak-erni-hailitik-oepura/

http://bundaati.blogspot.com/2009/07/media-pengajaran-di-taman-kanak-kanak.html

15 september 2011 20.22

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s